SuaraRiau.id - Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM di Kota Padang, Sumatera Barat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Terdampak PPKM menggelar aksi mengibarkan bendera putih terkait aturan penyesuaian yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Terdampak PPKM, Heru Saputra di Padang, Kamis (29/7/2021) mengatakan aksi ini bertujuan menyadarkan keadaan masayarakat sektor informal di Kota Padang, sedang tidak baik-baik saja.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk sadar akan pandemi ini dan untuk Covid-19 ini tidak hanya tugas pemerintah saja. Tapi ini tugas kita bersama untuk bangkit memulihkan semua keadaan seperti semula lagi," kata dia.
Menurut dia para pelaku usaha tidak tahan lagi dengan aturan yang berlaku pada PPKM yang membuat pendapatan mereka menurun bahkan tidak sedikit yang gulung tikar.
"Saat PPKM level 4 ini, kami mulai tidak tahan lagi dengan keadaan. Kami ingin kelonggaran atau solusi dari pemerintah. Jika ada solusi, maka kita akan bisa hidup normal kembali," ujar dia.
Ia meminta kelonggaran aturan PPKM seperti kapasitas jumlah pengunjung yang semula dari 25 persen dari kapasitas, diharapkan bisa menjadi 85 persen.
"Kami minta adalah dapat menampung pelanggan maksimal 85 persen dari kapasitas dan juga jam operasional diperpanjang hingga 12 malam karena coffe shop atau PKL sangat merasakan ada razia jika melewati aturan," tutur dia.
Aksi Kibarkan Bendera Putih di Padang dilakukan dari berbagai pelaku UMKM seperti usaha coffe shop, pegiat seni dan pedagang. Selain mengibarkan bendera putih, mereka menggelar orasi, mengangkat sejumlah spanduk dan menggelar aksi berjalan di kawasan Jamria yang bersebelahan dengan Masjid Raya Sumbar yang dimulai sekitar pukul 16.22 WIB.
"Kami ingin berjualan tanpa dirazia setiap hari. Kami musisi, butuh makan #janganusirkami" begitu tulisan yang terpampang di spanduk yang diwana peserta aksi yang mengenakan pakaian hitam.
Baca Juga: Pak Jokowi! Pelaku Usaha UMKM di Padang Kibarkan Ratusan Bendera Putih; Kita Sudah Melarat
Selain mengibarkan bendera putih, massa juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang dilanjutkan dengan orasi.
"Dengarkan jeritan kami. Jangan duduk dan diam mengambil kebijakan. Kami menyampaikan aspirasi masyarakat Sumbar, khususnya yang terdampak PPKM," kata peserta aksi.
Aksinya dijaga pihak kepolisian agar arus lalu lintas berjalan lancar di kawasan tersebut dan juga melakukan pengamanan hingga peserta aksi membubarkan diri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Valuasi Merek Capai USD6,9 Miliar, BRI Pertahankan Peringkat Teratas di Indonesia
-
BBPOM Waspadai Kosmetik Ilegal Masuk Lewat Jalur Perairan Meranti
-
Diguyur Hujan Deras: Kabut Asap di Pekanbaru Mereda, Rumbai Banjir
-
Tiga Pemancing Remaja Terseret Arus di Pantai Bengkalis, 2 Ditemukan Meninggal
-
Kabut Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Riau Buka Rumah Oksigen Gratis