Eko Faizin
Senin, 23 Februari 2026 | 17:58 WIB
Kantor Gubernur Riau. [Ist/mediacenterriau]
Baca 10 detik
  • Puluhan petugas cleaning service Kantor Gubernur Riau belum gajian.
  • Mereka dikabarkan belum menerima gajinya sejak Januari 2026.
  • Kondisi ini memberatkan lantaran bertepatan dengan bulan Ramadan.

SuaraRiau.id - Sejumlah cleaning service atau petugas kebersihan di lingkungan Kantor Gubernur Riau dilaporkan belum menerima gaji selama 2 bulan terakhir.

Para pekerja berstatus tenaga harian lepas (THL) ini dilaporkan hanya menerima upah Rp2,1 juta per bulan. Namun hingga akhir Februari 2026, gaji yang seharusnya diterima belum juga dibayarkan.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan, terlebih saat ini masyarakat tengah menjalani Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Seorang petugas kebersihan THL yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran upah sudah berlangsung selama dua bulan.

"Kami hanya berharap hak kami segera dibayarkan. Apalagi sekarang sudah Ramadan, kebutuhan meningkat, sementara gaji belum diterima," ujarnya kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (23/2/2026).

Ia menyebut para pekerja mendapat informasi gaji baru akan dibayarkan pada Maret 2026.

Menurutnya, kondisi ini cukup memberatkan para pekerja yang sebagian besar mengandalkan penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan tambahan selama bulan puasa seperti bahan pangan dan kebutuhan keluarga lainnya.

Sejumlah pekerja mengaku tetap menjalankan tugas seperti biasa meski belum menerima upah. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Situasi ini pun menjadi sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Para pekerja berharap perhatian serius dari Pemprov Riau, termasuk Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, agar persoalan pembayaran gaji dapat segera diselesaikan.

Load More