SuaraRiau.id - Sosok pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean baru-baru ini dikritik netizen lantaran menyebut bahwa naik kuda adalah kegiatan zaman jahiliyah.
Namun, kemudian Ferdinand Hutahaean kena protes karena dinilai telah nyinyir kepada umat muslim dengan berbagai narasi-narasi yang Ferdinand buat.
Ferdinand diketahui membagikan dua gambar, salah satunya gambar orang bercadar di atas kuda. Sementara, gambar lainnya memuat pernyataan Richard Benson soal ‘space tavel’.
“Dikala dunia semakin maju menuju angkasa, ternyata di negeri ini masih ada yang mau kembali kejaman jahiliyah naik kuda,” cuitnya lewat @FerdinandHaean3 pada Selasa (13/7/2021) dilansir dari Terkini.id--jaringann Suara.com.
Beberapa warganet merespons unggahan mantan politisi Partai Demokrat itu. Ada yang mendukung, namun ada pula yang mengkritiknya.
Netizen menganggap bahwa kegiatan berkuda dinilai tak ada kaitannya dengan zaman jahiliyah sebab dianggap sebagai olahraga aristokrat.
Bahkan, ada netizen yang menyindir dengan mengunggah gambar Presiden Joko Widodo sedang berkuda bersama Prabowo Subianto.
“Loe bego gak ketulungan. Olahraga berkuda itu jadi olahraga aristokrat di berbagai belahan dunia. Itu olahraga mahal. Jangan loe kait-kaitkan kesana kemari. Kasihan Larasatigading loe bilang jahiliyah,” kata netizen.
“Bacot bau urus keyakinan mu kau sudah kelewatan nyinyir dengan kaum muslim harby yang layak di basmi,” sabut warganet.
“Semvaj merah ini selalu memprovokasi memecah umat muslim maka satu kata lawan,” tambahnya.
“Kalo ga ngerti jaman jahiliyah mending ga usah ngomong Fer,” kata yang lain.
Berita Terkait
-
Pemerintah Dituduh Tak Berdaya Tangani Covid, Ferdinand: Kurang Lihat Fakta
-
Abu Janda Positif Covid-19 Dirawat di ICU, Ustaz Hilmi Panjatkan Doa Ini
-
Pernah Disebut Teroris, Ustaz Hilmi Doakan yang Terbaik bagi Abu Janda
-
Ferdinand Soal Adzan Lemahkan Covid-19: Karena Ini Amerika, Eropa, dan Cina Lepas Masker?
-
Ferdinand Ajak Doakan Kesembuhan Abu Janda, Netizen Malah Balas Begini
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
96 Anak di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan Sepanjang Januari-Juni 2026
-
76 Ketua RT dan RW di Pekanbaru Resmi Dilantik, Bakal Ikuti Retret
-
BK DPRD Masih Periksa 2 Kader Golkar Riau Terkait Kerusuhan di Gedung Dewan