SuaraRiau.id - Seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis nekat menganiaya dengan menggunduli rambut seorang gadis bernama RI (26).
Perlakuan oknum guru membuat keluarga beserta korban melaporkan secara resmi tindak perbuatan pidana tersebut pada Selasa (2/6/2021).
Tak hanya keluarga korban, RI juga tampak didampingi penasehat hukum Refi Yulianto dan Trionesia ketika berada di Mapolsek Rupat Utara.
Penganiayaan itu diduga dipicu api cemburu dengan tuduhan korban melakukan perselingkuhan dengan suami pelaku.
Berdasarkan informasi yang dirangkum pada Rabu 2 Juni 2021, keluarga korban sempat dicegah untuk membuat laporan resmi di Polsek Rupat Utara pasca peristiwa Selasa (25/5/2021).
Namun dikarenakan saran dari tim advokat, laporan keluarga korban akhirnya ditanggapi melalaui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STPL/08/VI/2021/RIAU/BKS/SEK.RUPAT UTARA, tertanggal 2 Juni 2021.
Kronologinya diceritakan R selaku orangtua korban menceritakan bahwa peristiwa yang dialami anak gadisnya itu terjadi Selasa 25 Mei 2021 lalu, sekitar pukul 21.30 WIB.
Ketika itu korban berada di rumah salah seorang warga bernama di Jalan Pahlawan, Desa Putri Sembilan, Rupat Utara, Bengkalis.
Secara tiba-tiba, kata R, pelaku bersama rekannya menemui korban dan saat itu korban terlihat sedang berada di dalam kamar tidur rumah tersebut.
Sontak, kondisi itu membuat emosi yang tak terbendung, sehingga sempat terjadi keributan antara pelaku dan korban.
Emosi yang tak tertahan membuat pelaku kalap mata dan mengambil gunting, memotong rambut korban, hingga gundul. Akibat kondisi itu, korban mengalami traumatik hingga hari ini, bahkan keluarganya mendapati luka memar di bagian kaki korban.
“Pelaku mengaku menganiaya korban atas tuduhan jika korban berselingkuh dengan suaminya. Namun atas perbuatan pelaku ini, kami dari keluarga korban merasa tak senang dan melaporkannya ke polisi,” terang orangtua korban dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Sabtu (5/6/2021).
Kata R, masalah ini sudah diserahkan kepada kuasa hukumnya. Ia meminta agar, pelaku dihukum sesuai tindak perbuatannya yang menyebabkan kerugian fisik serta kerugian materi yang dialami anak gadisnya tersebut.
“Waktu awal kejadian, kami sempat ditolak untuk membuat laporan. Alasannya, akan dilakukan upaya damai oleh pihak kepolisian. Padahal saat kejadian, kami sudah datang ke kantor polisi, tapi justru disuruh pulang ke rumah,”tuturnya.
Sementara itu, Refi Yulianto, kuasa hukum korban yang mendapat informasi itu langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi fisik korban secara langsung.
Berita Terkait
-
Spot Mancing Alami di Duri, Banyak Ikan Gabus dan Toman Gede-gede
-
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1.500 Kacer asal Malaysia di Bengkalis
-
Rumah-Mobil Penjual Bensin di Riau Terbakar Gegara Pembeli Merokok
-
Tok! Penerimaan CPNS dan P3K 2021 di Bengkalis Ditunda
-
Polisi Buru Otak Pelaku Pembunuhan Guru SD di Toba
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan
-
Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih