Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Kamis, 04 Februari 2021 | 13:06 WIB
Pemain Film Ayat-Ayat Cinta 2 Fedi Nuril bersama Dewi Sandra mendatangi kantor suara.com, di Jakarta, Jumat (8/12)

SuaraRiau.id - Artis Dewi Sandra kembali mengungkap perjalanan hidupnya terutama kisah religinya. Diceritakanya sebelum mantap mengimani agama Islam, Dewi Sandra pernah meminta petunjuk kepada pendeta dan pergi ke gereja.

Saat itu, Dewi Sandra merasa tersesat dalam menjalani kegiatan apapun. Gara-gara itu, Dewi kemudian mengaku bahwa Islam adalah agama yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kritisnya.

Pemeran Catatan Hati Seorang Istri itu mengisahkan perjalanan spiritualnya saat menjadi bintang tamu di YouTube Daniel Mananta Network baru-baru ini.

Dewi Sandra terlahir dari orangtua beda agama, ayahnya sempat agnostik sebelum akhirnya mualaf, dan ibunya seorang Muslim.

Wanita 40 tahun tersebut menuturkan saat berada di titik terendah karena gagal menjalin hubungan rumah tangga, Dewi mengaku ingin menyamakan agamanya dengan orangtua. Namun, ia tidak bisa bertanya kepada siapa-siapa karena ibundanya sudah tiada.

“Meskipun di agama kita diajarkan sebagai perempuan harus taat kepada suami, permasalahan di pernikahan itu adalah prinsip yang berbeda, itu salah satunya (beda agama). Gue waktu ingin menyamakan dengan orangtua gue, ternyata enggak semudah itu, nyokap gue udah meninggal jadi gue enggak bisa ngobrol,” kata Dewi dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Kamis (4/2/2021).

Wanita blasteran Brasil itupun lalu mencari jalan keluar dengan menanyakan kepada pemuka agama Islam dan Kristen untuk diberikan pencerahan tentang agama apa yang seharusnya ia imani.

“Jadi saat itulah aku mulai mencari jalan keluar secara spiritual, gue bertanya dengan pedeta, duduk dengan ustaz, pernah masuk ke dalam gereja. Gue pernah berlama-lamaan juga di sejadah gue,” ujar Dewi.

Dewi pun mulai merenung dan minta petunjuk kepada Tuhan tentang apa yang seharusnya ia lakukan ketika sedang tersesat. Akhirnya, Dewi memutuskan untuk melupakan hal-hal yang tidak bisa dikuasainya dan terus beribadah.

“Sampai akhirnya aku merasa rapuh dan gue jujur sama Tuhan ternyata gue enggak tahu gue harus berdoa dengan cara apa, gue enggak tahu tolong tunjukkan jalan, apa yang harus saya lakukan, karena saya merasa sedang tersesat. Akhirnya gue fokus, di saat itu gue mulai melupakan hal-hal yang tidak bisa gue kuasai dan gue fokus dengan hal yang bisa gue kuasai, dan nomor satu adalah beribadah,” ungkapnya.

Load More