SuaraRiau.id - Permadi Arya atau Abu Janda akhir-akhir ini menjadi sorotan sejumlah kalangan. Aksi figur pegiat media sosial Abu Janda inipun ditanggapi KRMT Roy Suryo.
Pakar telematika dan informatika itu menyimpulkan bahwa kelakuan Abu Janda yang kerap menuai polemik dibayar pakai duit rakyat.
Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu beredar luas sebuah video di media sosial yang secara terang-terangan Abu Janda mengatakan bahwa dia direkrut oleh Jokowi untuk menjadi tim pemenang kampanye Jokowi-Maruf tahun 2018 silam.
Dalam kesempatan itu dia juga menuturkan bahwa upah alias gaji yang diberikan cukup besar. Roy Suryo pun menyimpulkan setidaknya ada dua fakta yang bisa dipetik.
Pertama, kata Roy Suryo, jabatan komisaris BUMN itu adalah ajang untuk membagikan jabatan kepada para Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.
Kemudian yang kedua, ternyata influencer seperti Abu Janda dan Denny Siregar dibayar pakai duit rakyat.
Menurutnya transaksi semcam ini sangat mengecewakan banyak pihak lantaran kelakuan influencer bayaran itu saja ugal-ugalan dan berpotensi memecah belah masyarakat.
“Dari pengakuan si Abu Janda @permadiaktivis1 ini setidaknya ada dua fakta, (Pertama) Komisaris-komisaris BUMN adalah (bagi-bagi Jabatan) untuk yang berjuang di TKN. (Kedua) Influencer peliharaan seperti dia (Abu Janda) dan Densi dibayar (pakai Uang Rakyat-Luar B-iasa P-arah / Ugal-ugalan ini kelakuannya …Makin AMBYAR,” kata Roy Suryo Twitter pribadinya dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (3/2/2021).
Sebelumnya, Permadi Arya alias Abu Janda dikenal sebagai sosok yang acap membela Presiden Jokowi habis-habisan. Bahkan, dia tak segan 'menyerang balik' pihak-pihak yang mencibir kepala negara tersebut.
Meskipun begitu, Abu Janda menolak disebut buzzer Jokowi meski ia bergabung di tim pemenangan Jokowi-Maruf pada Pilpres dua tahun lalu.
Ia mengaku kala itu posisinya sebagai influencer atau orang yang memberikan pengaruh kepada masyarakat.
Disitat dari video berjudul 'Abu Janda soal Rasis dan Islam Arogan' di program Blak-blakan, Abu Janda mengungkapkan, sebelum aktif bermedia sosial dan masuk tim kampanye Jokowi, dia merupakan karyawan perusahaan Jepang.
“Kalau orang bisnis itu istilahnya jebol itu ya pas direkrut sama Pak Jokowi tahun 2018. Kita direkrut setahun sebelum Pilpres. Jadi aku lumayanlah, Alhamdulillah dapetnya (gaji) lumayan. Itu jackpot lah, sebelumnya bisa makan aja udah syukur,” ujarnya, dikutip Selasa 2 Februari 2021.
“Plus gara-gara jadi Timses Jokowi, aku ada peluang untuk itu (pergi ke luar negeri untuk menjadi pembicara). Alhamdulillah, rezekinya lumayan,” sambungnya
Pada kesempatan itu, Abu Janda juga bicara mengenai peluangnya menduduki kursi komisaris BUMN. Sebab, banyak pendukung Jokowi yang belakangan ramai mengisi jabatan tersebut. Pegiat media sosial itu mengatakan tak pernah ditawari kursi komisaris lantaran dia sudah dibayar besar sebagai influencer.
Berita Terkait
-
Lingkaran Jokowi Diduga Kudeta Demokrat, Mardani: Mesti Dibuka ke Publik
-
Kasus 'Islam Arogan' Abu Janda, Polisi Batal Periksa Tengku Zul Hari Ini
-
Ade Armando: KNPI Harusnya Laporkan Yahya Waloni dan Ustaz Abdul Somad
-
Seribu Pengacara Aktivis 98, Siap Dampingi Abu Janda
-
Polri Akan Periksa Ustaz Tengku Zul Soal Kasus Islam Arogan Abu Janda
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW