SuaraRiau.id - Sebanyak 1.000 pengacara diterjunkan Aktivis 1998 untuk membantu Permadi Arya alias Abu Janda dalam menghadapi jeratan hukum yang menderanya.
Menurut Ketua Ikatan Aktivis 98 Immanuel Ebenezer, 1.000 pengacara itu diterjunkan untuk Abu Janda karena dianggap acap mewakili suara sebagian kalangan.
Maka itu, mereka pun menyatakan kesiapannya untuk membela. Kata Immanuel, Abu Janda belakangan justru di-framing sebagai aktivis media sosial yang rasis dan doyan mengadu domba. Padahal, di mata para Ikatan Aktivis 1998, Abu Janda merupakan sosok yang kerap membela kebhinekaan.
“Hari ini semua kawan-kawan yang siap mengadvokasi Abu Janda di kalangan kita Aktivis 98 sudah siap. Ada 1.000-an, bahkan bisa lebih. Kenapa dia bela, karena dia ini mewakili pandangan kita yang membela kebhinekaan,” kata Immanuel dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Selasa (2/2/2021).
Padahal, katanya lagi, belakangan Abu Janda justru tak pernah memuat konten bernuansa buruk, seperti rasis dan kontranarasi dengan kebhinekaan. Maka itulah, Abu Janda dinilai pantas untuk dibela.
Gus Miftah Kecewa
Di sisi lain, tokoh muda Nahdlatul Ulama atau NU, Gus Miftah, pun menyatakan kekecewaannya pada Abu Janda.
Gus Miftah menyampaikan kekecewaannya pada Abu Janda yang kini dibela oleh 1.000 pengacara.
Kekecewaan ini terkait dengan upaya Abu Janda yang selalu membawa nama-nama organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dalam simbol narasinya.
Padahal, kata dia, pernyataan Abu Janda bukan berarti mewakili NU sama sekali.
“Pertama, jumlah warga NU berdasarkan survei LSI sekitar 49,5 persen dari seluruh populasi muslim di RI. Artinya siapapun berhak ngaku NU. Cuma masalahnya, kalau buat statemen jangan sampai mewakili NU,” katanya.
Di kesempatan salah satu podcast pun Abu Janda kemudian meminta maaf kepada NU melalui Gus Miftah.
“Dia minta maaf, dan bilang mohon saya dibimbing.” kata Gus Miftah.
Sebagai orang yang mengaku NU, Gus Miftah lantas menyarankan agar Abu Janda belajar pada kiai-kiai NU agar mendapat pembelajaran utuh. Dia lantas mengiyakannya.
Gus Miftah juga bilang, Permadi Arya menjelaskan kalau twitnya soal Islam agama arogan bukanlah sebuah twit mandiri. Artinya bukan twit tunggal, melainkan sebuah twit yang ditujukan untuk merspon twit Ustaz Tengku Zulkarnain.
Abu Janda menjelaskan juga jika Islam yang arogan adalah Islam yang transnasional, yang kerap membid'ah-bid'ah kan, serta mengkafir-kafirkan budaya lokal.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Fakta Sidang soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah
-
Berapa Harta Kekayaan Gus Miftah? Ini 6 Sumber Kekayaannya
-
Gus Miftah Apakah Keturunan Kyai? Ini Silsilah Keluarga Miftah Maulana
-
Berapa Biaya Mengundang Gus Miftah? Begini Cara Mengundang Miftah Maulana
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026
-
Rugikan Rp64 Miliar, 9 Tersangka Dugaan Korupsi Dana PI Tak Langsung Ditahan
-
Menhut Raja Juli Belum Kembalikan Semua Uang Amplop dari Suhardiman Amby
-
Momen Band Inggris, FUR Pose di Gerbang Emas Pekanbaru, Netizen: FUR-wodadi
-
Pejabat Kemenhut Disebut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Suhardiman Amby