Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Senin, 04 Januari 2021 | 09:52 WIB
Drone Kapal Selam yang ditemukan nelayan di Pulau Selayar. (Twitter/@MediaSelayar)

Penjelasan teknis
Dalam kicauan lainnya, dia menjelaskan secara teknis tentang drone air yang ditemukan di Laut China tersebut.

“Secara teknis, Drone Laut China yang berlabel ‘Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences’ ini memang belum termasuk kategori USSV (Unmanned Sub-Surface Vehicle) yang sudah dipersenjatai meski sudah malfunction (rusak) semenjak dilaunch bulan November 2017 atau tiga tahun lalu),” jelas Roy Suryo.

Selain jenis drone kapal selam yang beroperasi di bawah laut ini, ada pula drone lain yang dioperasikan di udara dan mengapung di atas permukaan air.

Lantas dengan adanya peralatan pengintai canggih seperti ini, dia pun mempertanyakan ketegasan pihak pemerintah yang terus abai dan kerap dibobol.

“Secara jenis, selain UUV yang beroperasi di dalam laut seperti yang barusan ditemukan buatan China ini, ada juga UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang melayang di udara dan USV (Umanned Surface Vehicle) yang mengapung di permukaan laut. Apakah kita hanya bisa bersikap abai dan kebobolan terus?,” ujarnya.

Sudah tiga kali
Berdasarkan catatan, kata Roy Suryo sejauh ini sudah ada tiga kali kasus terkait drone milik negara asing yang dengan bebas malang melintang di wilayah kedaulatan NKRI.

Oleh sebabnya dia meminta agar pemerintah dengan tegas menanggapi adanya permasalahan dan ancaman kedaulatan yang terbilang serius ini.

“Ini sudah ancaman serius, drone bawah Laut, UUV (Unmanned underwater vehicle) Chinese Sea Wing (Haiyi) di Perairan Selayar, Sulsel harus disikapi tegas Pemerintah. Dalam catatan saya, sudah tiga kali: 2019 di Pulau dekat Laut Cina Selatan & Januari 2020 di Jawa Timur,” imbuhnya.

Load More