SuaraRiau.id - Seorang nelayan di laut sekitar Pulau Selayar, Sulawesi Selatan tak sengaja menemukan drone jenis kapal selam milik China. Terkait itu, pakar Telematika Roy Suryo ikut membahas permasalahan serius yang perlu ditangani pemerintah.
Menurut Roy Suryo, pemerintah seharusnya bertindak responsif alias menanggapi dengan cepat adanya pengintaian di wilayah kedaulatan NKRI ini.
Dalam keterangan tertulis, Roy Suryo menyeret beberapa nama yang dinilai semestinya tanggap terhadap kasus drone kapal selam yang difungsikan untuk mengintai tersebut.
Beberapa nama di antaranya, ada Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hingga Presiden Joko Widodo.
Roy Suryo menyayangkan sejumlah pihak yang seharusnya responsif malah tak update terkait masalah kedaulatan Bangsa Indonesia ini.
Bahkan dia pun menyindir Presiden Jokowi yang dalam kicauan terakhirnya di Twitter justru membicarakan soal rencana Tuhan.
“Ini screenshot dari akun-akun Twitter pemerintah selaku pihak-pihak yang semestinya langsung tanggap atau responsif terhadap drone bawah laut tersebut,” kata Roy Suryo di akun Twitter pribadinya dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Minggu (3/1/2021).
“Silakan dibaca sendiri, ada yang sedang bertutur soal rencana Tuhan, menyambut Tahun Baru 2021, namun ada yang tidak update akunnya semenjak 17 Agustus 2020 lalu,” sambung Roy.
Adapun kicauan dalam akun Twitter pribadi Jokowi yang dimaksud Roy Suryo berbunyi, “Manusia boleh berencana, tapi Tuhan jualah penentunya. Seperti tahun kemarin, pandemi membuat begitu banyak rencana yang tertinggal, impian yang tak menjadi nyata, dan keinginan yang tak terwujudkan. Mari memasuki tahun 2021 ini dengan rencana, langkah, dan semangat yang baru”.
Selain Presiden Jokowi, dia juga menyertakan tangkapan layar akun Twitter lainnya milik Menhan Prabowo dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Penjelasan teknis
Dalam kicauan lainnya, dia menjelaskan secara teknis tentang drone air yang ditemukan di Laut China tersebut.
“Secara teknis, Drone Laut China yang berlabel ‘Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences’ ini memang belum termasuk kategori USSV (Unmanned Sub-Surface Vehicle) yang sudah dipersenjatai meski sudah malfunction (rusak) semenjak dilaunch bulan November 2017 atau tiga tahun lalu),” jelas Roy Suryo.
Selain jenis drone kapal selam yang beroperasi di bawah laut ini, ada pula drone lain yang dioperasikan di udara dan mengapung di atas permukaan air.
Lantas dengan adanya peralatan pengintai canggih seperti ini, dia pun mempertanyakan ketegasan pihak pemerintah yang terus abai dan kerap dibobol.
“Secara jenis, selain UUV yang beroperasi di dalam laut seperti yang barusan ditemukan buatan China ini, ada juga UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang melayang di udara dan USV (Umanned Surface Vehicle) yang mengapung di permukaan laut. Apakah kita hanya bisa bersikap abai dan kebobolan terus?,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Bahas Pengentasan Narkoba, BNN sampai Peneliti Merapat ke Istana
-
Usai Prabowo Takziah ke Rumah Megawati, Puan dan Dasco Singgung Rencana Makan Nasi Goreng Bareng
-
Prabowo Bertemu Megawati di Teuku Umar, Puan: Jauh di Mata, Dekat di Hati
-
DPR Minta Pendidikan Gratis Prabowo Juga Berlaku untuk Sekolah Swasta
-
Prabowo Bertemu Megawati saat Takziah, Said Abdullah: Tak Ada Pembicaraan Politik
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Klaim Karhutla Sudah Lenyap, BPBD: Asap di Riau dari Provinsi Tetangga
-
Heboh Napi Bisa Pakai HP, Lapas Ujungtanjung Angkat Bicara
-
Siak Kembali Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Level Tidak Sehat
-
Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah
-
Detik-detik Kelahiran Anak Gajah di Kawasan Konservasi TNTN