SuaraRiau.id - Di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, ada tarian tradisional bernama Joget Gong atau Tarian Tabek. Tarian ini dapat dijumpai di Suku Anak Rawa Penyengat dan merupakan Tarian Suku Anak Rawa.
Joget Gong berbeda dengan Tari Lambak. Ciri khas Tari Tabek diawali dengan tabek ditutup dengan tabek dan tarian ini lebih terstruktur.
"Tabek itu artinya salam, semacam doa selamat," kata Alid, Ketua Kerapatan Adat di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat kepada SuaraRiau.id, Jumat (11/12/2020).
Uniknya, Joget Gong itu dilakukan oleh 7 sampai 9 orang lansia (lanjut usia). Gerakannya seperti sembah salam.
Di dalam tarian terdapat sebuah pantun dan itu sifatnya spontanitas.
"Tak dikonsep dulu pantunnya tapi spontanitas saja, misalnya ada bupati datang, pantunnya ya spontanitas," jelas Alid.
Kenapa harus lansia? Alid menceritakan jika tarian tersebut juga memiliki amalan-amalan khusus sehingga para orang tua atau lansia sudah memiliki mental dalam menarikannya.
"Kalau ada tujuh penari berarti ada tiga pemantun nya. Gerakan tarian mereka juga serentak," urai Alid.
"Ciri khas Tarian Tabek diawali dengan tabek ditutup dengan tabek," tambah Alid.
Secara teknis, kata Alid lebih jauh, dalam acara khusus, sebelum melakukan Joget Gong, mereka memulai dengan Tari Gendong.
Dalam Tarian Gendong mereka menyiapkan beberapa sesajen saat tarian itu berlangsung.
"Sesajen itu untuk memanggil roh-roh," jelas Alid.
Di akhir acara, kata Alid, para tamu dan rombongan boleh melakukan joget bersama dengan para penari.
"Kalau permulaan tak boleh, pantang bagi kami," tegas Alid.
Hal itu merupakan tradisi dari para leluhur Suku Anak Rawa. Merawat dan menjaga tarian tradisional ini,anak muda setempat belajar seminggu 3 kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
3 Mobil Kecil Bekas untuk Pemula yang Hemat Perawatan, Kabin Lapang
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Rieche Endah Kini Permudah Transaksi Perbankan Warga Dusun di Sumbawa
-
Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap
-
Dua Kurir Sabu 13 Kg Dibekuk di Pelabuhan Bengkalis, Hendak ke Palembang