SuaraRiau.id - Pemulangan orangutan sumatera korban perdagangan satwa liar ilegal bertepatan dengan momentum peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Thailand.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam sambutannya menyatakan, pemulangan orangutan itu dijadikan salah satu tanda hubungan dan kerja sama yang baik antara Pemerintah RI dan Pemerintah Thailand dalam konservasi keanekaragaman hayati.
Sambutan tersebut dibacakan oleh Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno secara daring di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
“70 tahun hubungan diplomatik antara Pemerintah RI dan Pemerintah Thailand bukan merupakan waktu sebentar. Hubungan yang erat tersebut, antara lain telah dibuktikan dengan kerja sama penyelamatan orangutan yang telah diselundupkan ke Thailand selama ini," katanya dikutip dari Antara.
Pihaknya juga mengharapkan kerja sama ini dapat ditingkatkan untuk menghindari penyelundupan-penyelundupan orangutan lainnya ataupun satwa lain, karena satu bayi orangutan yang diselundupkan mengorbankan satu nyawa induk orangutan di habitat alaminya.
Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Malaysia, Pemerintah Thailand, KBRI Kualalumpur, KBRI Bangkok, dan perwakilan RI di berbagi negara, yang tanpa lelah melakukan diplomasi dan negosiasi dalam turut menyelamatakan keanekaragaman hayati Indonesia yang diselundupkan ke luar negeri, ujar dia.
Orangutan merupakan seed dispersal terbesar di dalam hutan yang menjamin terjaganya keanekaragman hayati di dalamnya. Hutan merupakan sumber plasma nutfah yang menjadi sumber pangan bagi kehidupan masyarakat, sehingga kehilangan satu orangutan maka akan memberikan risiko pada berkurangnya potensi sumber pangan dan obat-obatan bagi masyarakat sekitar.
Wiratno mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian satwa liar milik Indonesia, termasuk yang menjadi korban penyelundupan ke luar negeri.
“Koordinasi antar-management authority CITES pada masing-masing negara, kerja sama dengan kementerian lembaga menjaga perbatasan, seperti Bea Cukai dan Badan Karantina, aparat penegak hukum terus ditingkatkan guna penyelamatan dan mencegah kejahatan terhadap aset kekayaan alam milik bangsa. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mitra kerja lain yang telah berkontribusi dalam pemulangan orangutan ke Indonesia, khususnya PT Garuda Indonesia, GEF Indonesia, UNDP, CIWT, YEL, FZS, dan pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu,” ujar Wiratno.
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan dapat turut serta dalam repatriasi ini merupakan sebuah kehormatan bagi Garuda Indonesia.
"Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mendukung proses repatriasi satwa dilindungi, dengan menerbangkan 11 orangutan dari Malaysia dan Thailand. Merupakan sebuah kehormatan bagi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier mendapatkan kesempatan untuk turut serta mendukung komitmen berkelanjutan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam pelestarian satwa langka di Indonesia sekaligus memerangi perdagangan satwa ilegal," ujar Irfan.
Selanjutnya, Jumat (18/12/2020), ke-11 orangutan akan diberangkatkan menuju Bandara Internasional Kualanamu dan Bandara Sultan Thaha Jambi. Sebanyak sembilan orangutan dari Malaysia akan menjalani proses karantina dan rehabilitasi di bawah pengawasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera utara.
Sedangkan dua orangutan dari Thailand akan menjalani proses karantina dan rehabilitasi di bawah pengawasan BKSDA Jambi. Setelah menjalani proses rehabilitasi kemudian kesebelas orangutan tersebut diharapkan akan segera dilepasliarkan di alam. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Serangan Beruntun Guncang Thailand Selatan, Narathiwat Terapkan Jam Malam
-
Raja Kartu Merah Pimpin Final Leg Kedua Piala AFF 2026, 61 Pemain Pernah Diusir
-
Thailand Ditekuk Vietnam, Anthony Hudson Bakal Diganti Mimpi Buruk Timnas Indonesia?
-
Malaysia Terancam Kehilangan Rp11 Triliun, Anwar Ibrahim Minta Tolong Prabowo
-
4 Fakta Penting Kasus Gibran Tipu Malaysia: Peran Anwar Ibrahim Ikut Disorot
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Kabut Asap Belum Reda, Siswa Pekanbaru Masih Belajar dari Rumah
-
Pelalawan Naik Status, Jadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla
-
Karhutla di Riau Berulang, WALHI Singgung Penegakan Hukum ke Korporasi Lemah
-
Kasus ISPA di Riau Jadi Sorotan Imbas Asap, Ibu Hamil dan Bayi Dapat Perhatian
-
Prabowo ke Riau Cuma Pindah Rapat, Jikalahari: Harusnya Berempati atas Asap Karhutla