Sebab ada bagian dalam video tersebut yang memperlihatkan dua orang dokter menantang ilmu pengetahuan di balik pandemi dan telah beredar di Facebook tetapi dengan pernyataan dan statistik keliru.
Elke De Klerk, seorang dokter umum asal Belanda mempertahankan posisi kelompok tersebut dengan mengatakan dalam videonya bahwa mereka tidak memiliki pandemi. Ia juga menyebut bahwa Covid-19 adalah virus biasa. Namun, klaim itu dibantah tegas oleh WHO, CDC, sejumlah ahli lainnya.
Selain itu, De Klerk juga mengklaim bahwa penunjukkan pandemi didasarkan pada pengujian yang buruk, yakni dengan reaksi berantai polimerase atau PCR, uji molekuler yang menghasilkan positif palsu pada 89 hingga 94 persen kasus.
Namun, pernyataan tersebut tidak benar. Angka positif palsu tetap menjadi area pemeriksaan lanjutan. Studi terdahulu menunjukkan angka positif palsu tes ini jauh lebih sedikit daripada klaim yang diebutkan De Klerk.
Lebih lanjut lagi, dalam artikel yang belum lama ini dipublikasikan media inggris The Lancet Respiratory Medicine, disebutkan bahwa taksiran angka positif Covid-19 di Inggris berada di kisaran 0,8 hingga 4 persen. Sementara negatif palsu bisa mencapai 33 persen.
Sejumlah ilmuwan secara universal pun sepakat bahwa virus penyebab Covd-19 adalah virus korona baru, SARS-CoV-2, bukan jenis influenza.
Kendati tingkat kematian Covid-19 belum pasti, tetapi bukti menunjukkan bahwa kematian akibat Covid-19 lebih tinggi daripada influenza musiman.
Sementara itu, di Belanda ada lebih dari 6.800 kematian yang dikaitkan dengan Covid-19 sepanjang tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2.900 karena flu dan pneumonia pada 2018 dan 2019 lalu.
Sedangkan di AS, Covid-19 juga membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan kasus lima flu musiman terakhir.
Selain itu, studi CDC yang dirilis pada 20 Oktber juga menyebutkan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit Covid-19 di Administrasi Kesehatan Veteran memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada pasien flu.
Dalam video klaim Covid-19 tersebut, Profesor di Fakultas Kedokteran University College Dublin Irlandia, Dolores Cahill menyebutkan bahwa hanya ada 98 kematian di Irlandia karena virus Covid-19, terhitung sejak bulan April lalu.
Akan tetapi, klaim tersebut tidak sesuai dengan data statistik yang ada. Menurut Kantor Pusat Statistik Irlandia, lebih dari 1.800 orang telah meninggal karena Covid-19 dan kasusnya terus meningkat sehingga Pemerintah Irlandia pada 19 Oktober lalu memberlakukan pembatasan baru yang keras untuk menghambat laju pembatasannya.
Langkah itu dilakukan hingga 1 Desember mandatang. Bisnis retail non pokok, tukang cukup, penata rambut, dan salon harus menutup dan melarang pertemuan di rumah. Restoran dan pub juga akan dibatasi untuk layanan antar-jemput dan pengiriman.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan berdasarkan penjelasan di atas bahwa klaim para dokter di Eropa yang menyebut bahwa Covid-19 adalah klaim yang salah.
Berita Terkait
-
Tradisi Ramalan Masuk Era Digital, Hasilnya Kini Bisa Dikirim Lewat WhatsApp
-
Heboh Prajurit TNI Pukul Warga di Rangko hingga Babak Belur, Dandim Angkat Bicara
-
Komdigi Bongkar Alasan Video Kasus Pejompongan Bisa Hilang dari Platform
-
Viral Beton Bawah Tol Jadi Tempat Tinggal, Benarkah Ada di Indonesia? Cek Faktanya Di Sini
-
1 Miliar Pengguna WhatsApp Kini Pakai Passkey, Keamanan Akun Makin Diperkuat
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau
-
Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh
-
Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk
-
Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan