- Kepala BPS Riau Asep Riyadi menyatakan PDRB Riau triwulan III-2026 mencapai Rp351,08 triliun dan tumbuh 4,65 persen secara tahunan.
- Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDRB Riau sebesar 28,96 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan sebesar 27,74 persen.
- Ekspor luar negeri mendominasi pengeluaran PDRB Riau triwulan III-2026 sebesar 33,15 persen dan mencatatkan pertumbuhan 9,19 persen secara tahunan.
Pengeluaran konsumsi rumah tangga berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 31,88 persen, disusul pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 29,47 persen.
Sementara itu, impor luar negeri memiliki kontribusi sebesar 5,38 persen dan menjadi komponen pengurang dalam perhitungan PDRB.
Pada triwulan III-2026, ekspor luar negeri tumbuh 9,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 12,91 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,62 persen.
Secara triwulanan (quarter-to-quarter/qtq), perekonomian Riau tumbuh 3,45 persen dibandingkan triwulan II-2026.
Adapun secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III-2026, ekonomi Riau tumbuh 4,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Asep menegaskan, besarnya nilai PDRB Riau turut memperkuat posisi provinsi tersebut dalam perekonomian nasional.
"Dari sisi kewilayahan, Riau memberikan kontribusi sebesar 5,28 persen terhadap perekonomian nasional. Posisi tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa," tegasnya.
Capaian tersebut menunjukkan industri pengolahan, pertanian, serta perdagangan masih menjadi penopang utama perekonomian Riau, dengan ekspor luar negeri sebagai komponen terbesar dari sisi pengeluaran.