Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ

Kondisi kualitas udara juga menunjukkan situasi serius.

Eko Faizin
Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:30 WIB
Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ
Kabut asap tampak menyelimuti di Siak, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Kabut asap tebal kiriman dari Sumatra Selatan menyelimuti Kabupaten Siak dan menyebabkan kualitas udara memburuk pada Oktober 2026.
  • Sebanyak 116 warga Siak mengalami gangguan kesehatan pada 6 Oktober 2026, dengan kasus terbanyak terjadi pada anak usia 0 hingga 5 tahun.
  • Bupati Siak Afni Zulkifli mengimbau sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh serta meminta orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah.

SuaraRiau.id - Kabut asap yang menyelimuti Siak semakin mengkhawatirkan. Selain membuat jarak pandang terganggu, kualitas udara yang memburuk mulai berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan kabut asap tersebut bukan muncul akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

"Kabut asap saat ini bukan dari karhutla di Siak, melainkan dari wilayah lain," katanya, Rabu (7/10/2026).

Afni Zulkifli menegaskan, situasi udara yang tidak sehat seperti saat ini, agar anak-anak sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kepala sekolah bisa ambil kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh mengingat kondisi udara yang tidak sehat saat ini," tambahnya.

Afni mengungkapkan, tak lain untuk menjaga kesehatan anak-anak agar tetap sehat dan tidak terpapar penyakit.

Selain itu, dia juga mengimbau agar para orang tua membatasi ruang gerak anak untuk tidak banyak bermain di luar rumah.

"Kita harus menjaga anak-anak agar tetap sehat. Selain sebagai pejabat publik saya juga seorang ibu, tentu juga mengalami kerisauan yang sama. Saya juga punya anak sedang sekolah, tak ingin juga anak saya sakit gara-gara kabut asap ini," sebutnya.

"Maka dari itu, saya juga imbau agar setelah PJJ, para orang tua untuk membatasi anak beraktivitas di luar rumah dikondisi udara tidak sehat ini," tegas Afni.

Sementara itu, dalam sehari, sebanyak 116 warga dari 14 kecamatan tercatat mengalami gangguan kesehatan dan mendapat penanganan di 17 puskesmas di Siak, Selasa (6/10/2026).

Kondisi kualitas udara juga menunjukkan situasi serius.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), Kecamatan Bungaraya berada pada kategori berbahaya, sementara Kerinci Kanan masuk kategori sangat tidak sehat.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Wendi Lasta Febrian, mengatakan sebagian besar wilayah Siak berada dalam kondisi udara tidak sehat.

Sebanyak 12 kecamatan tercatat dalam kategori tidak sehat, yakni Kandis, Minas, Tualang, Sungai Mandau, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Dayun, Siak, Pusako, Sungai Apit dan Sabak Auh.

"Mulai malam hari asap semakin pekat, dan itu terus terjadi sampai pagi," kata Wendi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini