- Iga Analusya asal Padang mengolah limbah sabut kelapa menjadi kerajinan tangan Farilla Craft sejak tahun 2021.
- Ia bergabung dengan PNM Mekaar pada akhir 2023 untuk mendapatkan modal usaha yang kini berkembang mencapai Rp8.500.000.
- Usaha tersebut berhasil mempekerjakan 15 hingga 20 ibu rumah tangga serta memberdayakan warga di lingkungan pesisir.
Iga menyebut kunjungan mahasiswa untuk studi banding ke tempat usahanya turut memberi inspirasi baru dalam mengemas produk secara lebih modern dan eksklusif.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mendorong ibu-ibu nasabah PNM Mekaar untuk jeli melihat peluang usaha dari hal sekecil apapun.
"Ibu Iga adalah contoh nyata bahwa modal hanyalah awal, tapi ketekunan dan kerja keras yang diiringi dengan pendampingan mampu membawa manfaat yang lebih luas dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan," kata Kindaris.
Iga berprinsip bahwa pemanfaatan modal benar-benar direncanakan sejak awal.
Ia selalu mencatat rencana penggunaan modal dari PNM sebelum pencairan, sehingga modal yang didapat langsung terarah untuk kebutuhan produksi dan tidak berujung pada pengeluaran konsumtif.
Ke depan, Iga berharap dapat memperluas galeri usahanya sekaligus merangkul lebih banyak anak putus sekolah dan ibu rumah tangga di sekitar pesisir Padang untuk turut berkarya bersama Farilla Craft.