- Plt Gubernur Riau mengirim surat kepada Pertamina Patra Niaga untuk menambah kuota solar guna mengatasi antrean panjang di SPBU pada September 2026.
- Pertamina Patra Niaga telah meningkatkan pasokan BBM sebesar 27 persen lebih tinggi pada Agustus hingga September 2026 dibandingkan bulan April.
- Peningkatan kebutuhan BBM di Riau disebabkan oleh naiknya konsumsi masyarakat serta migrasi penggunaan bahan bakar akibat disparitas harga.
SuaraRiau.id - Pemprov Riau menyebut sudah melayangkan surat permintaan kepada Pertamina Patra Niaga untuk menambah suplai solar di provinsi tersebut.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan penambahan kuota ini diharapkan mampu mengatasi kelangkaan solar yang menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU di wilayahnya.
"Saya sudah menyampaikan surat kepada Patra Niaga, ya terkait penambahan kuota solar juga. Kita juga sering melakukan rapat untuk membahas ini," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Senin (28/9/2026).
Sementara itu, terkait pembentukan Satgas Pemberantas Mafia Solar yang diajukan oleh GMKR Riau, SF Hariyanto mengatakan hingga saat ini pembentukan Satgas tersebut belum diproses.
Namun, ia memastikan bahwa dirinya mendukung pembentukan Satgas tersebut.
"Satgas belum kita proses. Tapi saya mendukung penuh pembentukan Satgas ini," terang SF Hariyanto.
Diketahui sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menjelaskan peningkatan pasokan dilakukan sebagai respons terhadap perkembangan kebutuhan BBM di Riau.
Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya menyampaikan kondisi antrean pada April 2026 masih relatif normal sebelum kemudian terjadi peningkatan kebutuhan pada bulan-bulan berikutnya.
"Kami perlu sampaikan bahwa kebutuhan daripada BBM ini sudah Pertamina tingkatkan. Kemudian, kita melihat bahwa posisi April 2026 itu kondisi antrean adalah normal dibandingkan dengan bulan-bulan setelah April itu ada peningkatan," katanya, Senin (07/09/2026).
Wilson menuturkan, Pertamina Patra Niaga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan BBM berdasarkan perkembangan konsumsi di lapangan.
Penambahan pasokan tersebut menjadi langkah untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan bakar.
Wilson menyebutkan bahwa upaya tersebut dilakukan agar ketersediaan BBM di SPBU tetap terjaga seiring meningkatnya konsumsi pengendara.
"Posisi Agustus sampai September ini, Pertamina sudah menambah pasokan sampai 27% lebih tinggi daripada rata-rata di bulan April. Artinya bahwa kebutuhan ini naik," jelasnya.
Diungkapkan, peningkatan kebutuhan BBM tersebut tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya konsumsi masyarakat.
Ada pula perubahan pola penggunaan bahan bakar yang turut memengaruhi tingkat permintaan terhadap jenis bahan bakar tertentu.