- Plt Gubernur Riau SF Hariyanto berencana memanggil Wakil Bupati Kampar Misharti terkait teguran terhadap guru pembuat video sekolah tripleks.
- Pemanggilan tersebut dijadwalkan menyusul tindakan Wabup Misharti yang menegur guru honorer Rohmawati di Tapung pada 28 September 2026.
- Langkah pemeriksaan ini bertujuan untuk meminta penjelasan mengenai kondisi sekolah serta alasan respons pemerintah daerah terhadap kritik tersebut.
SuaraRiau.id - Plt Gubernur Riau SF Hariyanto akan memanggil Wakil Bupati (Wabup) Kampar, Misharti buntut menegur guru yang memviralkan kondisi bangunan sekolah yang terbuat dari tripleks.
Plt Gubernur mengatakan pihaknya juga sekaligus memanggil Bupati Kampar, namun yang bersangkutan tengah menjalani ibadah umrah.
"Saya akan panggil, saya juga akan panggil Bupati Kampar. Kebetulan beliau sedang umrah," kata SF Hariyanto dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Senin (28/9/2026).
![Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. [Dok Humas Pemprov Riau]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/37042-plt-gubernur-riau-sf-hariyanto.jpg)
Diketahui, Wakil Bupati Misharti tengah menjadi sorotan pasca menegur guru honorer bernama Rohmawati yang memviralkan kondisi sekolah jarak jauh di Tapung.
Sang guru melalui video menunjukkan kondisi sekolah yang berdinding tripleks. Sekolah tersebut ternyata adalah kelas jauh Sekolah Dasar Negeri 007 Tapung.
Adapun dalam videonya, guru tersebut meminta bantuan kepada pemerintah daerah untuk membantu pembangunan sekolah.
Sembari menyampaikan permohonan bantuan tersebut, ia juga menunjukkan kondisi kelas-kelas yang tampak berdinding triplek, kursi plastik dan meja kayu yang telah tua.
Namun, setelah mendapatkan teguran dari Wakil Bupati Kampar, guru tersebut juga kembali membuat video klarifikasi.
Tanggapan Misharti terhadap upaya permohonan bantuan pembangunan sekolah dari guru Rohmawati tersebut akhirnya mendapatkan kecaman dari masyarakat.
Pemanggilan Misharti dan Bupati Kampar nantinya diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai duduk perkara sebenarnya.
Selain itu untuk mengetahui detil terkait kondisi sekolah yang dipersoalkan, alasan unggahan dibuat, serta respons pemerintah daerah terhadap kritik yang disampaikan sang pengajar.