- Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan Pemprov tidak mengurangi kualitas pembangunan meskipun menghadapi keterbatasan fiskal daerah.
- Pemprov Riau mengoptimalkan hak pendapatan daerah tanpa menambah beban pajak baru bagi masyarakat hingga 9 Agustus 2026.
- Realisasi pajak daerah Riau hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp2,551 triliun atau meningkat 15,27 persen dari tahun sebelumnya.
SuaraRiau.id - Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan pemerintah daerah tidak ingin menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk mengurangi kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Riau dalam rangka HUT Riau ke-69, Minggu (9/8/2026).
"Kita tidak mencari pajak baru dan tidak ingin menambah beban masyarakat. Yang kita lakukan adalah memastikan hak daerah yang selama ini belum diterima secara optimal dapat kita amankan," ungkapnya.
SF Hariyanto mengaku Riau menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah.
Kondisi tersebut mendorong Pemprov Riau memperkuat kemampuan pendapatan daerah dengan mengoptimalkan penerimaan yang menjadi hak daerah tanpa menambah beban masyarakat.
Pemprov Riau menilai masih terdapat potensi penerimaan yang dapat dioptimalkan melalui pembenahan data, peningkatan kepatuhan, penguatan pengawasan, serta penutupan celah kebocoran penerimaan.
Karena itu, berbagai potensi penerimaan yang selama ini belum optimal akan terus dibenahi melalui tata kelola yang lebih tertib dan transparan.
Menurut SF Hariyanto, penguatan pendapatan daerah dilakukan antara lain melalui pembentukan satuan tugas optimalisasi pajak daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pemerintah kabupaten/kota.
Upaya tersebut diarahkan untuk memperbaiki basis data, meningkatkan pengawasan, sekaligus memastikan seluruh potensi penerimaan dapat dihimpun sesuai ketentuan.
Hingga 31 Juli 2026, realisasi pajak daerah Provinsi Riau tercatat mencapai Rp2,551 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp338 miliar atau 15,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Ketika data dibuka, pengawasan diperkuat, pelayanan diperbaiki, dan seluruh pihak bergerak bersama, potensi penerimaan daerah bisa kita selamatkan. Ini menunjukkan masih ada ruang yang dapat kita optimalkan untuk memperkuat kemampuan fiskal Riau," katanya.
Ia menegaskan, peningkatan pendapatan tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar angka penerimaan, tetapi harus bermuara pada kemampuan pemerintah membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, penguatan pendapatan akan terus diikuti dengan perbaikan tata kelola, transparansi, dan pengawasan agar setiap penerimaan yang masuk ke kas daerah dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita ingin seluruh penerimaan yang menjadi hak Riau dikelola secara terbuka dan akuntabel. Kekayaan yang berasal dari aktivitas ekonomi di daerah harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," tegas Plt Gubernur.
Sementara Ketua DPRD Riau, Kaderismanto mengatakan keterbatasan anggaran membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menentukan prioritas pembangunan.