- Sepuluh warga Kota Tembilahan mengalami luka gigitan akibat serangan monyet liar sejak pekan lalu.
- DPKP Inhil mengerahkan sepuluh personel bersenjata senapan angin untuk memburu seekor monyet berukuran besar tersebut.
- Pemerintah Kabupaten Inhil menanggung seluruh biaya medis dan pemberian vaksin antirabies gratis bagi para korban.
SuaraRiau.id - Sebanyak 10 warga hingga kini sudah menjadi korban serangan sejumlah monyet liar di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Peristiwa tersebut telah terjadi sejak sepekan terakhir.
Aksi penyerangan sekawanan primata tersebut meresahkan hingga mengakibatkan warga setempat mengalami luka gigitan.
Insiden terbaru terjadi di Parit 13, Tembilahan Hulu, dua warga yang sedang berada di dalam rumah diserang monyet yang muncul dari kolong rumah panggung dekat Pelabuhan RSUD Puri Husada.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil Junaidi Ismail mengerahkan 10 personel yang dibantu enam warga bersenjata senapan angin untuk memburu satwa liar itu.
Dia mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, diduga kuat aksi teror ini dilancarkan seekor monyet berukuran besar.
"Berdasarkan identifikasi awal, pelaku teror diduga satu ekor monyet ekor panjang berwarna abu-abu dengan ukuran yang sangat besar," ungkap Junaidi pada Jumat (31/7/2026).
Junaidi menyebut, proses pencarian terkendala oleh pergerakan hewan yang cepat serta kondisi geografis wilayah berupa pepohonan lebat dan rumah panggung.
Ia menuturkan, insiden serangan monyet terdeteksi sejak 25 Juli lalu saat seorang warga yang tengah santai menikmati sore di depan rumahnya mendadak disergap secara agresif.
Primata abu-abu tersebut langsung mendaratkan gigitan dan cakaran mematikan sebelum akhirnya melesat menghilang ke celah pemukiman padat Parit 13 dan Parit 14.
"Masih kita buru. Tim kita masih menyisir area pepohonan tepian sungai dan bawah rumah-rumah warga," ujar Junaidy di Tembilahan, Jumat (31/7/2026).
Sementara Camat Tembilahan, Ari Syuria, yang memantau langsung proses penyisiran mengimbau para orangtua dan anak-anak untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
Ia memastikan seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Puri Husada dan Puskesmas setempat.
Pemkab Inhil menanggung seluruh biaya penanganan medis, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga tuntas secara gratis.
"Apabila melihat keberadaan monyet liar, segera laporkan ke posko DPKP Inhil di nomor 0851-8794-9123. Jangan mencoba menangkap sendiri karena dapat memicu serangan," sebut Ari.