- Puting beliung memporak-porandakan bangunan di Bengkalis, Minggu (7/6/2026).
- Angin puting beliung yang disertai hujan deras sempat membuat panik warga setempat.
- Selain menghancurkan bangunan sekolah dan rumah, insiden ini membuat listrik padam.
SuaraRiau.id - Angin puting beliung memporak-porandakan Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, tepatnya kawasan Jalan Lintas Dumai-Pakning, Minggu (7/6/2026) pagi.
Dalam hitungan menit, puting beliung yang disertai hujan deras menyapu apa saja yang dilewatinya hingga memicu kepanikan masyarakat.
Kepala Desa Api-Api, Zulkifli, mengungkapkan bahwa hampir seluruh fasilitas penting di sekolah tersebut rata dengan tanah atau rusak parah.
"Tercatat sedikitnya 20 ruang kelas hancur, tidak terkecuali ruang kantor, laboratorium, hingga rumah dinas kepala sekolah yang ikut porak-poranda," ungkapnya.
Bangunan SMP Negeri 1 Bandar Laksamana menjadi titik terparah. Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) serta tiga unit rumah milik warga setempat juga dilaporkan rusak.
Meski terjangan angin menyisakan kerugian material yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Angin puting beliung ternyata tidak hanya merusak rumah dan gedung sekolah, tetapi juga menumbangkan infrastruktur vital milik PLN.
Sejumlah tiang beton penyangga kabel tegangan tinggi patah dan roboh ke jalan, sementara trafo distribusi utama di kawasan terdampak meledak akibat hantaman badai.
Manager PLN ULP Bengkalis, Ade Pratama Saputra, menjelaskan skala kerusakan jaringan di Desa Api-Api kali ini cukup signifikan.
Menurutnya, kerusakan infrastruktur kelistrikan ini membutuhkan penanganan khusus agar pasokan listrik ke rumah pelanggan bisa segera dialirkan kembali.
"Selain itu, ada tiga unit trafo utama yang mengalami kerusakan mekanis parah. Mengingat beratnya medan, PLN Bengkalis bahkan telah memanggil tim bantuan tambahan dari PLN Dumai yang langsung meluncur ke lokasi kejadian," ujar Ade.
Berdasarkan hasil pemetaan tim teknis di lapangan, sedikitnya ada tiga tiang listrik yang patah total dan empat tiang lainnya miring dalam posisi membahayakan sehingga harus segera diganti dengan unit baru.
Hingga menjelang malam, sebagian besar rumah warga di Desa Api-Api dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik total.
Sementara petugas PLN, pemerintah desa bersama instansi terkait terus berjibaku di tengah sisa puing-puing badai untuk memperbaiki trafo dan tiang yang roboh.