- PNM hadir dalam pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
- Cerita itu dirasakan langsung oleh nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat.
- Dia sekarang bisa membantu ekonomi keluarga dan kebutuhan sehari-hari.
Dari usaha kecil yang awalnya hanya dikerjakan sederhana dari rumah, perlahan usahanya berkembang. Yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan, kini menjadi kenyataan.
"Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya," katanya.
Namun yang membuat pembiayaan terasa lebih bermakna bukan hanya soal modal usaha. Yanti mengaku pendampingan dan pelatihan yang ia terima justru menjadi titik penting perubahan usahanya.
Melalui program Mekaarpreneur, ia mendapatkan pelatihan gratis tentang promosi, branding, packaging, hingga pemasaran digital.
Dari yang sebelumnya hanya berjualan secara sederhana, kini usahanya mulai merambah platform digital seperti TikTok dan Shopee.
Bahkan, Yanti berhasil menjadi Juara 2 Mekaarpreneur kategori nasabah naik kelas di wilayah Bekasi - Jakarta. Sebuah pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak pernah ia bayangkan bisa diraih.
Cerita Yanti menunjukkan bahwa masyarakat kecil sejatinya tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan ruang untuk membuktikan kemampuan mereka sendiri.
Karena sering kali, yang menghambat mereka bukan kurangnya kemauan bekerja, melainkan minimnya akses dan kepercayaan.
Ketika pembiayaan tanpa jaminan hadir bersamaan dengan pendampingan dan kesempatan belajar, dampaknya tidak hanya mengubah usaha seseorang.
Tetapi juga mengubah cara mereka memandang diri sendiri. Dari yang awalnya hanya ingin bertahan hidup, menjadi berani bermimpi lebih besar.
Karena bagi perempuan pengusaha ultra mikro, dipercaya adalah modal yang paling mahal nilainya.