Mengapa Harus Peduli dan Berkontribusi pada Konservasi Lingkungan?

Namun, apa sebenarnya yang mendorong seseorang untuk bersedia membayar demi pelestarian alam?

Eko Faizin
Kamis, 12 Desember 2024 | 18:53 WIB
Mengapa Harus Peduli dan Berkontribusi pada Konservasi Lingkungan?
Ilustrasi pelestarian alam/hutan. [Ist]

SuaraRiau.id - Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, kesediaan masyarakat untuk berkontribusi dalam upaya konservasi menjadi semakin penting. Namun, apa sebenarnya yang mendorong seseorang untuk bersedia membayar demi pelestarian alam?

Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, baik secara perorangan maupun diselenggarakan oleh instansi tertentu, sangat mempengaruhi perubahan iklim saat ini.

Berbagai upaya konservasi telah dilakukan untuk memperbaiki lingkungan dan memperlambat proses perubahan iklim yang terjadi. 

Mahasiswa pascasarjana Ilmu Lingkungan dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) yaitu Melki, Mardiana, Denny, dan Arya melakukan kajian terkait hal itu.

Baca Juga:Jadi Solusi Lingkungan, Menteri LHK Resmikan Ekoriparian UMRI dan Unilak yang Dibangun PHR

Berdasarkan kajian literatur, menunjukkan bahwa ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi kesediaan untuk membayar (Willingness to Pay/WTP) dalam bidang konservasi lingkungan.

Melki menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga memainkan peran besar. Rumah tangga dengan pendapatan yang lebih tinggi cenderung lebih mampu dan bersedia menyisihkan dana untuk tujuan konservasi.

"Stabilitas ekonomi memungkinkan mereka untuk berkontribusi lebih banyak, baik secara finansial maupun melalui partisipasi aktif," katanya.

Sementara Mardiana menyebut jika tingkat pendidikan juga sangat berpengaruh. Orang-orang berpendidikan yang lebih tinggi biasanya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Mereka lebih sadar akan manfaat jangka panjang dari konservasi, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk generasi mendatang," jelas Mardiana.

Baca Juga:Ekoriparian Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal demi Menjaga Sungai Siak

Faktor sosial dan budaya juga tidak kalah penting. Masyarakat yang hidup dalam komunitas yang menghargai keberlanjutan cenderung lebih aktif dalam mendukung upaya pelestarian.

Terpisah Denny menambahkan bahwa kesadaran kolektif ini sering kali mendorong individu untuk ikut serta dalam berbagai program konservasi.

"Namun, tidak hanya faktor ekonomi dan pendidikan yang berperan. Kondisi lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi WTP," ungkap dia.

Denny mencontohkan, rumah tangga yang tinggal dekat dengan aliran air yang tercemar atau mengalami kondisi lingkungan yang buruk cenderung memiliki WTP yang lebih tinggi. Mereka langsung merasakan manfaat dari perbaikan lingkungan, sehingga lebih terdorong untuk mendukung program konservasi.

Sedangkan Arya menambahkan jika wisatawan dan rumah tangga yang bergantung pada hutan juga menunjukkan kesediaan yang tinggi untuk mendukung konservasi.

Menurutnya, mereka menyadari bahwa pelestarian alam tidak hanya melindungi satwa liar tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui pariwisata dan pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini