SuaraRiau.id - Agung Nugroho-Markarius Anwar telah mendapat restu untuk menjadi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru periode 2024-2029.
Agung Nugroho merupakan Ketua Demokrat Riau sedangkan Markarius Anwar adalah Bendahara PKS Riau. Keduanya mendapatkan SK Dukungan secara resmi dari DPP PKS untuk maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Pekanbaru 2024.
Terkait pencalonan Agung Nugroho-Markarius Anwar, Pengamat Politik Universitas Riau (Unri), Tito Handoko menyampaikan pandangannya.
![Wakil Ketua DPRD Riau dan Ketua Partai Demokrat Riau, Agung Nugroho. [Instagram Agung Nugroho]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/01/90820-ketua-partai-demokrat-riau-agung-nugroho.jpg)
Tito menilai dari segi branding media, sosok Agung Nugroho juga cukup mendapatkan perhatian, baik oleh media mainstream ataupun media sosial.
Baca Juga:Terseret Dugaan Proyek Toilet Fiktif Bapenda Pekanbaru, Adik Muflihun Angkat Bicara
"Berdasarkan branding media baik nasional, lokal, maupun media sosial, yang kita capture (simak), branding Agung Nugroho itu bagus. Paslon ini peluangnya cukup besar, mengingat mereka belum ada lawannya," ujarnya.
Namun, Tito menilai pasangan Agung Nugroho, yakni Markarius Anwar tidak memiliki daya yang kuat untuk membantu mendongkrak elektabilitas dan popularitas Agung Nugroho menang Pilwakot Pekanbaru 2024.
"Saya meragukan daya dorong Markarius Anwar untuk mendongkrak elektabilitas dan popularitas Agung Nugroho yang sudah ada," jelasnya.
Tito menyebut Markarius Anwar yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Riau dan maju DPR RI periode 2024-2029, sepak terjangnya jarang tersorot.
"Pak Markarius Anwar ini kan juga tidak berkecimpung di Pekanbaru, sehingga tingkat pengenalan publik pada sosoknya tidak terlalu luas," terangnya.
Baca Juga:Kecanduan Film Dewasa, Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Tega Cabuli Adik Tiri
Akan tetapi, Tito menyebut Markarius Anwar yang merupakan elite partai tentunya memiliki jaringan yang lebih besar dibandingkan dengan calon lain yang hendak mendayung bersama PKS.
"Mungkin kuatnya jaringan dan strategi dari Pak Markarius Anwar untuk mendapatkan rekomendasi dari partai PKS. Jika dibandingkan dengan Ikhsan yang sudah getol sosialisasi kepada masyarakat sejak awal," jelasnya.
Ia juga menyebutkan, Markarius Anwar pun masih punya kesempatan untuk mendongkrak elektabilitas dan popularitasnya karena waktu sosialisasi dan kampanye Bacalon masih panjang.
"Pastinya dengan strategi dan kelincahan Pak Markarius Anwar, masih ada kesempatan untuk pengenalan diri, sosialisasi dengan bermacam strategi," jelasnya.
Selengkapnya baca Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.