SuaraRiau.id - Sekretaris Bapenda Kota Pekanbaru Ade Rinaldi terseret kasus dugaan proyek toilet fiktif di institusinya. Adik kandung mantan Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun inipun diperiksa Polresta Pekanbaru terkait perkara tersebut.
Toilet yang dipermasalahkan berada di lantai 1 ini ternyata bukan dalam bentuk pembangunan melainkan renovasi dengan dana yang dianggarkan pada 2024. Sedangkan toilet di lantai 2 gedung Bapenda Pekanbaru yang pengerjaannya sudah rampung menggunakan anggaran tahun 2023.
Ade menyampaikan jika toilet yang dilaporkan itu bukanlah fiktif, tetapi dalam keadaan renovasi. Sementara, informasi yang beredar adalah toilet di lantai 1, bukan di lantai 2.
"Saya bisa jelaskan, itu (toilet) tidak fiktif. Barangnya ada, kita hargai Polresta karena laporan dari masyarakat. Polresta memanggil saya pada Senin kemarin. Saya sudah jelaskan dan saya sudah bawa dokumennya ke Polresta," terangnya.
Baca Juga:Kecanduan Film Dewasa, Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Tega Cabuli Adik Tiri
Ade mengaku sudah menyampaikannya ke Polresta Pekanbaru terkait kapasitasnya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Ia dimintai keterangan bersama pejabat pengadaan Bapenda Pekanbaru.
"Sementara yang dilaporkan itu merupakan toilet di lantai 1 bukan di lantai 2. Anggaran renovasi toilet tersebut berkisar sekitar Rp200 juta. Itu bukan pembangunan, dia direhab (renovasi)," terangnya.
"Dulu di sini (Bapenda Pekanbaru) ada tiga instansi, di lantai dua ini dulu dihuni Disperindag sama Koperasi. Setelah ditinggalkan pindah ke kantor di Tenayan, lantai dua ini rusak berat. WC dan toilet tidak bisa digunakan, itu kami rehab di tahun 2023 untuk di lantai dua," sambung Ade.
Terkait toilet ini, tim dari Inspektorat akan melakukan audit pemeriksaan dalam waktu dekat. Pada audit reguler tahun 2023 lalu, BPK tidak menemukan adanya penyelewengan dalam proyek pengadaan di Bapenda Pekanbaru.
"Pada audit reguler BPK tidak ada temuan terkait pengadaan kami. Toilet ini hanya rehab, bukan pembangunanpembangunan dan pengerjaan renovasinya di lantai dua sudah selesai semuanya. Yang di lantai 1 itu (dianggarkan) di tahun 2024.
Baca Juga:Diusung PKS, Agung Nugroho Duet dengan Markarius Anwar di Pilkada Pekanbaru
Kami menghormati prosesnya dan akan kami siapkan dokumennya. WC di pagu sekitar Rp200 juta dan merupakan proyek penunjukan langsung (PL)," terang Ade.
Selengkapnya baca di Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.