Setahun berjalan, usaha menjahit dari rumah mulai mendapat tempat di mata masyarakat. Wiwin mulai banyak menerima pesanan. "Biasanya baju-baju untuk seragam keluarga dan membuat payet," ucapnya.
Usaha menjahit yang semula dibangun dari rumah perlahan mulai berkembang. Wiwin memberanikan diri menyewa kios di pinggir jalan Poros, Batu 8, Bagan Siapiapi yang diberi nama 'Win Model'.
"Saat ini kami sudah punya tempat di tepi jalan poros agar pemesannya juga lebih banyak dan lebih luas," tukasnya.
Usaha menjahit yang dirintis perlahan memberikan dampak ekonomi. Dalam sebulan, Wiwin mampu meraup omset Rp 3 juta. Penghasilannya meningkat dua kali lipat di saat hari besar seperti hari raya Idul Fitri kemarin, mencapai Rp6 juta.
"Saat lebaran kemarin yang buat baju lumayan banyak. Saya dibantu oleh dua orang sepupu menyelesaikan jahitan," jelas Wiwin.
Saat ini, Wiwin mulai mengembangkan sayap dengan melakukan promosi lewat media sosial. Memanfaatkan pasar digital, ia berharap usahanya dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Meski usahanya telah berjalan, namun Wiwin mengaku akan terus belajar guna meningkatkan keterampilannya. Dengan semangat dan terus bekerja keras, Wiwin memiliki mimpi agar usaha kecil ini menjadi besar.
"Saya berharap usaha ini bisa lebih sukses. Bisa menerima banyak pekerja dan memiliki merek sendiri," harapnya.
Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto turut bangga atas pencapaian dan kerja keras Wiwin Ayuni yang merupakan salah satu peserta Program Penguatan Vokasi PHR.
Program vokasi merupakan bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR dalam mengembangkan kompetensi masyarakat. Para peserta dibekali keterampilan dalam bentuk pelatihan dan sertifikasi agar dapat bersaing di dunia kerja hingga mampu berwirausaha.