Gempar Detik-detik Kemunculan Buaya Besar di Sungai Siak Pekanbaru

Dari video berdurasi 55 detik itu, buaya tersebut terlihat bergerak dan berenang perlahan.

Eko Faizin
Senin, 30 Januari 2023 | 10:05 WIB
Gempar Detik-detik Kemunculan Buaya Besar di Sungai Siak Pekanbaru
Heboh kemunculan buaya di Sungai Siak Pekanbaru. [Ist]

SuaraRiau.id - Media sosial dihebohkan dengan video detik-detik kemunculan buaya yang berenang di permukaan Sungai Siak Pekanbaru baru-baru ini.

Dalam rekaman tersebut, tampak seekor buaya berada di bawah kolong kayu sebuah warung milik warga yang berada di pinggir sungai.

Dari video berdurasi 55 detik itu, buaya tersebut terlihat bergerak dan berenang perlahan.

Penampakan buaya itu disebut terjadi di Jalan Parit Belanda, Kampung Terendam, Rumbai, Jumat (27/1/2023) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Plt Kabid Wilayah II BBKSDA Riau Hartono mengatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan survei ke lokasi.

"Kami BBKSDA Riau mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas di Sungai Siak untuk dapat waspada dan hati-hati terhadap kemunculan buaya yang ada. Kemunculan buaya ini hal yang harus kita perhatikan," sebutnya dikutip dari Antara, Senin (30/1/2023).

Hartono menerangkan, dilihat dari video yang beredar, buaya yang muncul tersebut telah berusia dewasa memiliki ukuran yang cukup besar. Panjangnya diperkirakan 3 sampai 4 meter.

Hartono turut mengimbau agar masyarakat tidak membuang sisa kotoran atau sisa makanan ke Sungai Siak. Karena menurutnya, hal tersebut akan mengundang kemunculan buaya.

"Kami juga mengimbau masyarakat supaya tidak melakukan tindakan anarkis yang nanti justru akan membahayakan manusia dan satwa itu sendiri. Bagaimana pun kita perlu membagi ruang untuk satwa yang ada di sekitar kita," lanjutnya.

Hartono mengungkapkan, sebagaimana yang tertera dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990, buaya termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

"Makanya kami imbau supaya tidak melakukan tindakan anarkis terkait dengan kemunculan buaya di Sungai Siak," paparnya.

Hartono berujar, aliran Sungai Siak pada dasarnya memang menjadi habitat satwa buaya. Maka dari itu, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati.

Ia berjanji pihaknya juga akan memasang rambu imbauan di lokasi yang sering muncul buaya. (Antara)

News

Terkini

Pria berambut panjang dan berkumis khas ini ternyata berasal dari Pekanbaru.

Lifestyle | 17:52 WIB

Berikut jadwal buka puasa Pekanbaru dan sekitarnya pada Kamis (23/3/2023).

Lifestyle | 15:15 WIB

Matt Heafy dibantu oleh seorang pelayan warung padang untuk menata satu per satu sejumlah piring hidangan di tangan kirinya.

Lifestyle | 12:37 WIB

Salah satunya menyantap makanan suguhan ketika bertamu di rumah penganut agama lain.

Lifestyle | 07:55 WIB

Berikut jadwal buka puasa Pekanbaru dan beberapa daerah di sekitarnya pada Kamis (23/3/2023).

Lifestyle | 02:35 WIB

Pada riwayat lain, Rasulullah juga mengingatkan kita untuk menjaga hak orang lain.

Lifestyle | 08:27 WIB

Edy Natar Nasution mengaku telah mengingatkan langsung SF Hariyanto agar segera melakukan klarifikasi.

News | 13:35 WIB

Farhan menjelaskan, pengusaha perempuan memiliki kontribusi yang besar bagi perkembangan ekonomi di Indonesia.

News | 08:13 WIB

Tas-tas tersebut dibeli dengan harga Rp2 juta hingga Rp5 juta, termasuk tas yang disebut harganya Rp420 juta.

News | 09:20 WIB

Anto kemudian menyampaikan klarifikasinya terkait tas branded dan sepeda Brompton yang dipakai sang istri.

News | 06:48 WIB

Gubernur Syamsuar mengungkapkan bahwa peresmian jembatan ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu masyarakat.

News | 17:51 WIB

Edi mengaku sebelumnya adalah seorang muslim dan sempat keluar Islam karena suatu alasan.

News | 12:41 WIB

Dalam video viral itu, pengunggah menyebut bahwa oknum yang mengaku petugas fogging tersebut kerap kali datang ke kantornya.

Lifestyle | 11:40 WIB

Dalam kesempatan itu, Arwin AS bercerita tentang bagaimana ia berjuang dan berkorban dalam membangun Siak.

News | 07:23 WIB

Terkait isu tersebut, Deswita akhirnya buka suara.

News | 12:33 WIB
Tampilkan lebih banyak