Sejarah Masjid Raya Pekanbaru, Bangunan Ikonik yang Dikunjungi Daniel Mananta

Masjid Raya Pekanbaru merupakan salah satu masjid tertua di Riau yang terletak di Jalan Senapelan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan.

Eko Faizin
Selasa, 15 November 2022 | 16:28 WIB
Sejarah Masjid Raya Pekanbaru, Bangunan Ikonik yang Dikunjungi Daniel Mananta
Momen Daniel Mananta dan istri bersama Ustaz Abdul Somad di Masjid Raya Pekanbaru. [Instagram/@ustadzabdulsomad_official]

SuaraRiau.id - Beberapa waktu lalu, presenter Daniel Mananta dan istrinya, Viola Maria mengunjungi Pekanbaru, Riau khusus untuk memenuhi undangan Ustaz Abdul Somad (UAS).

VJ Daniel dikabarkan berada di Bumi Lancang Kuning selama dua hari yaitu Selasa hingga Rabu (8-9/11/2022). Saat berada di Pekanbaru, UAS mengajak Daniel dan istri berkelilingi mengunjungi tempat ikonik.

Mulai dari pecinan, jembatan Leighton, Rumah Singgah Tuan Kadi hingga mendatangi Masjid Raya Pekanbaru yang merupakan salah satu tempat ibadah di daerah berjuluk Kota Bertuah tersebut.

Berikut ini adalah ulasan singkat terkait, sejarah Masjid Raya Pekanbaru atau Masjid Senapelan dirangkum dari berbagai sumber.

Masjid Raya Pekanbaru merupakan salah satu masjid tertua di Riau yang terletak di Jalan Senapelan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan.

Masjid bersejarah yang sudah mengalami pemugaran tersebut dibangun pada abad ke-18, atau tepatnya tahun 1762.

Masjid tersebut pertama kali bernama masjid Alam (diambil dari nama kecil sultan Alamuddin yaitu Raja Alam).

Kemudian namanya diganti menjadi masjid Nur Alam, namun akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Raya Pekanbaru.

Masjid ini menjadi bukti Kerajaan Siak Sri Indrapura pernah bertahta di Pekanbaru, yaitu di masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (Sultan Siak Ke-5).

Dalam area masjid ini terdapat makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan. Marhum Bukit adalah nama lain dari Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) yang memerintah pada tahun 1766-1780. Di masa kekuasaan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah inilah Senapelan dijadikan pusat Kerajaan Siak.

Kekuasaan kerajaan lalu diteruskan pada masa Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai sultan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Sesuai adat Raja Melayu pada saat itu, apabila terjadi pemindahan pusat kerajaan, maka harus diikuti dengan pembangunan Istana Raja, Balai Kerapatan Adat, dan Masjid.

Ketiga unsur tersebut wajib dibangun sebagai representasi dari unsur pemerintahan, adat dan agama yang biasa disebut Tali Berpilin Tiga atau Tungku Tiga Sejarangan.

Di akhir tahun 1762, dilakukan upacara menaiki ketiga bangunan tersebut. Bangunan istana diberi nama Istana Bukit, balai kerapatan adat disebut Balai Payung Sekaki dan masjid diberi nama Masjid Alam.

Meski tercatat sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia, namun tidak ada lagi terlihat ada peninggalan pada bangunan masjid akibat banyak renovasi yang dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini