"Bripka AH melakukan pelanggaran kode etik. Proses dan hukum seberat-beratnya," ujar Kombes Asep kepada Riaonline.co.id--jaringan Suara.com, Kamis, 27 Oktober 2022.
Ia mengungkapkan bahwa, perintah melakukan penangkapan yang dilakukan oleh Bripka AH sangat tidak tepat.
"Bukan kerjaannya memerintah melakukan penangkapan. Sudah ada petugas yang diatur dalam Undang-Undang untuk melakukan hal itu," papar Asep.
Namun, keluarga korban melalui kuasa hukum, Sabarudin, merasa masih ada yang tidak beres dalam kasus ini. Polres Bengkalis akhirnya melakukan rekonstruksi ulang di Mapolres Bengkalis, Senin, 31 Oktober 2022.
Dari hasil rekonstruksi polisi menetapkan tersangka ketiga, yakni Samsul alias Gong.
"Gong sudah kita tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkalis, AKP M Reza, Selasa, 1 November 2022.
AKP Reza menyebut Gong menyediakan kayu yang digunakan sejumlah pelaku untuk menganiaya korban.
"Peran Gong ini cukup aktif, selain menyediakan kayu, ia juga ikut memukul korban," terangnya.
Sementara saat ini, saksi kunci bernama Noi melarikan diri ke Malaysia dan kini masuk DPO.
"Noi kabur ke Malaysia, kemungkinan takut diperiksa polisi," tegasnya.