Geger Nasi Padang Babi, Ketua MUI Sumbar: Segala Terkait Minangkabau, Makanan Tradisinya Harus Halal

Buya Gusrizal Gazahar mengatakan ranah dan rantau 'tergagau' dengan keberanian orang menyandingkan rumah makan Padang dengan makanan haram.

Eko Faizin
Rabu, 15 Juni 2022 | 08:15 WIB
Geger Nasi Padang Babi, Ketua MUI Sumbar: Segala Terkait Minangkabau, Makanan Tradisinya Harus Halal
Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar. [Dok.Covesia.com]

Menurutnya, dalam pengajian surau marwah itu mestilah memiliki rukun dan syarat. Bila terpenuhi rukun dan syarat, barulah tegak berdiri marwah tersebut.

"Kaji surau itulah yang menghimpun 'irdh (kehormatan) dan karamah (kemuliaan) menjadi akar dari marwah," jelasnya.

Adat Minang yang memimplentasikan petunjuk syari'at membuat alur, ukur, dan jangka bagaimana menjaga akar marwah tersebut dalam sikap dan prilaku.

Dalam Islam kata Gusrizal sikap itu terlahir karena adanya sifat 'iffah' dalam diri. Sehingga kehormatan yang melekat pada dirinya sebagai manusia dan sebagai muslim berpantang sekali untuk dinodai. Bahkan daya cover sifat 'iffah' itu juga menjangkau kepada keluarga dan saudara-saudara seiman.

Siapa saja yang kehilangan sifat itu sehingga bersikap kebalikannya, ia disebut 'dayyuts'.

Ia pun mengutip hadis riwayat Ahmad dari Abdullah Ibn 'Umar ra yang menyatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda, Ada tiga golongan yang diharamkan memasuki surga; pecandu khamar, orang yang durhaka, dan dayyuts yaitu orang yang tak peduli/membiarkan keluarganya melakukan perbuatan keji.

Buah dari menjaga marwah yang berakar dari kata muruàh itu akan melahirkan 'izzah'.

Jadi, sebenarnya banyak istilah yang dipakai dalam perdebatan tentang marwah namun tidak dipahami sesuai maknanya.

"Terkait reaksi 'manggaritih' para tokoh dalam menyikapi 'babiambo' itu, apakah karena menjaga marwah? Jawaban husnuzzhannya adalah iya," terang Gusrizal.

"Hakikatnya, biarlah waktu dan sikap akan menjawab pertanyaan itu dan tak perlu tergesa membuat kesimpulan dari berbagai kemungkinan agar jangan sampai jatuh kepada penghakiman terhadap ranah yang tidak dalam jangkauan manusia," sambungnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini