Kala Tentara 'Gempur' Jalan Berlumpur, Perbaiki Akses Masa Depan di Tanah Leluhur

Sekolah yang berada di pelosok ini memang terkendala dengan akses jalan.

Eko Faizin
Senin, 06 Juni 2022 | 22:32 WIB
Kala Tentara 'Gempur' Jalan Berlumpur, Perbaiki Akses Masa Depan di Tanah Leluhur
Tentara mendorong motor warga Bengkalis yang melintasi jalan berlumpur. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

SuaraRiau.id - Lebih satu dekade masyarakat pelosok Riau ini tidak merasakan peradaban. Jalan yang jadi akses roda ekonomi warga rusak parah. Lumpur dan lubang di mana-mana. Prasarana menuju sekolah juga masih jauh dari harapan. Anak-anak berjibaku melintasi lumpur setiap saat. Mereka rindu kemajuan, untuk menggapai masa depan yang lebih mapan.

Di kawasan pelosok Riau, masyarakat sulit menata kehidupan. Tak banyak pilihan, kecuali hanya menantang kesulitan. Semata-mata, hal ini untuk berusaha maju dan menyongsong kehidupan yang lebih mapan.

Kamis ketiga April 2022, matahari belum bersinar seutuhnya. Tapi ronanya sudah tampak merangkai bukit berbaris, Bukit Barisan. Lamtiur pun bergegas menenteng tas, menarik gas dan melintas jalanan lawas untuk sampai ke tempat pengabdian.

Warga Bengkalis melintasi jalanan rusak dan berlumpur untuk bisa sampai ke sekolah. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]
Warga Bengkalis melintasi jalanan rusak dan berlumpur. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Percikan lumpur menyeka kaki, sepatu kulit hitam seketika berubah warna. Celana kain warna cokelat kebanggan juga digulung agar tidak ternoda. Jalanan becek berlubang ada di mana-mana. Tak ada pilihan lain, kecuali memaksa lewat jalan rusak yang hampir satu kilometer.

Kondisi ini, tunak dirasakan Lamtiur setiap pagi. Dalam hati, ia pun bergumam.

"Beruntung sudah mahir mengendarai motornya," ujarnya sembari senyum tipis.

Di belakang Lamtiur, anak-anak yang haus ilmu sudah baris-berbaris di sepanjang jalan. Suara riuh mereka bersahutan. Ada yang berjalan kaki, diantar orangtua hingga naik sepeda.

Meskipun rusak parah, jalanan tanah dengan lebar 4 meter ini masih bisa dilalui. Walau ia dan ratusan murid SD Negeri 16 Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau itu harus menantang bahaya.

Setiap sudah sampai ke sekolah, tak ada yang luput dari percikan lumpur. Mulai baju, celana, bahkan sampai topi di kepala. Ini akibat hujan malam tadi yang mendera.

"Jadi gak heran kalau ke sekolah kadang ada yang gak pakai sepatu, pakaian berlumpur bahkan sampai bajunya basah," cerita Lamtiur, kepada Suara.com, akhir pekan lalu.

Lamtiur merupakan tenaga pendidik di SD Negeri 16 Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Baru-baru ini, ia diberi amanah menjadi kepala sekolah di sarana pendidikan dasar yang letaknya di kawasan pelosok tersebut.

Menjadi seorang guru merupakan cita-cita Lamtiur sejak belia. Dia ingin anak-anak desa tempat ia tinggal mampu meraih mimpi dan menggapai asa.

Tempat pengabdiannya itu berada di Desa Semunai, sebuah Desa yang masih jauh dari kata sejahtera. Dari pusat perkotaan di Duri, desa itu berjarak tak kurang 50 kilometer. Lokasi ini sempadan dengan Sialang Rimbun, sebuah dusun dari desa Muara Basung yang bertetangga dengan kawasan suaka margasatwa.

Semunai-Sialang Rimbun, merupakan dua wilayah yang berada di pelosok Riau. Saat musim hujan sudah tiba, akses jalan menjadi basah. Licin, dan lubang menganga di mana-mana. Terutama akses menuju ke SD Negeri 16 Pinggir tadi, tempat Lamtiur dan ratusan siswa meniti asa.

Di pedesaan tersebut, salah satu akses yang terparah adalah jalan sekolah --akses menuju SDN 16 Pinggir--. Akses itu dipakai warga jadi jalan poros untuk menuju sekolah hingga penyokong ekonomi warga.

Setiap harinya, tak kurang ratusan kendaraan lalu lalang di lokasi. Bukan sekedar akses pendidikan saja, tapi hasil kebun sawit warga juga bertumpu pada jalan sekolah tersebut.

Tak jarang, warga yang mengandalkan sepeda kayuh dan sepeda motor terjatuh di lokasi. Jelas ini sangat berbahaya, ketika di kiri dan kanan jalan terhampar parit yang dalam dan duri-duri sawit yang siap menyambut mereka.

Lamtiur mengaku, jalan rusak sudah menjadi santapan sehari-hari. Sudah bertahun-tahun masyarakat merasakan kepiluan ini.

Jalan tersebut rusak parah juga akibat dilalui truk hasil kebun sawit warga. Akibatnya, dampak kerusakan itu juga dirasa anak-anak desa.

"Saya sejak tahun 2000 sudah mengajar, bahkan sebelum sekolah ini berstatus jadi Negeri. Jalan rusak itu sudah lama, itulah yang dirasakan guru dan siswa sini," ungkapnya.

Tercatat, ada 130 siswa yang mengemban pendidikan dasar di sekolah itu. Juga ditambah 14 tenaga pendidik.

Sekolah yang berada di pelosok ini memang terkendala dengan akses jalan. Sebab satu-satunya akses hanya lewat jalan sekolah yang rusak parah tadi. Namun aktivitas belajar mengajar berjalan normal.

"Untuk ke sekolah, jalan satu-satunya kita lewat jalan sekolah yang rusak itu, kalau jalan lain ada tapi memutarnya itu sangat jauh," ujar dia.

Tatkala, senyum perempuan 40 tahun itu merekah seirama dengan kabar bahwa jalanan yang rusak parah itu akan diperbaiki. Lewat program Tentara Manunggal Membangun Desa atau disingkat TMMD, proses pembangunan mulai digesa.

Kini harapan dan asa itu mereka tumpukan kepada keringat dan tenaga prajurit TNI AD guna menggapai cita anak-anak desa. Anak-anak yang kebal diterpa lumpur, derita itu diyakini segera sirna.

Dalam progresnya, prajurit tentara membaur dengan masyarakat dalam program TMMD ke-113.

Di Riau, program itu kini berjalan di Semunai dan Muara Basung, Kabupaten Bengkalis.

Tiga pekan sudah, Semunai-Sialang Rimbun kedatangan 150 prajurit. Mereka menanggalkan senjata, menggantinya dengan sekop dan cangkul. Kemudian terjun membangun infrastruktur di desa nun jauh tersebut, termasuk juga meninggalkan anak dan istri di rumah.

Program TMMD sendiri merupakan reinkarnasi dari Abri Masuk Desa (AMD). Tentunya program TNI AD ini punya tujuan mulia untuk mengentaskan persoalan di Desa terpencil; termasuk soal infrastruktur dan pembangunan karakter manusia.

Selain membenahi jalan sekolah yang rusak parah, setidaknya ada 3 titik sasaran lagi yang diperbaiki. Yaitu jalanan yang menjadi akses langsir hasil kebun sawit warga.

Selama pengabdian, para prajurit TNI AD bercucur keringat demi realisasi yang sesuai tenggat. Pegangannya hanya cangkul dan peralatan seadanya, dedikasi ini dilakukan guna membawa kemajuan daerah.

Setidaknya ada tiga sasaran lagi yang dibangun, seperti Box Culver di Dusun Air Hitam Semunai, Jalan Kelompok Tani Banjaran Sialang Muda Muara Basung dan box Culver untuk mengentaskan persoalan banjir di Jalan Acehan Sako Jaya.

Hubungkan masa depan anak-anak bangsa
Pembangunan infrastruktur itu kini tengah digesa para prajurit TNI yang berkolaborasi dengan warga. Kepala Desa Muara Basung, Bengkalis, Akhyar Mukmin mengatakan bahwa pembangunan ini membuat geliat ekonomi maju. Selaras juga dengan program Pemkab Bengkalis yang bermarwah, maju dan sejahtera.

Komandan Satuan tugas TMMD Komando Distrik Militer (Kodim) 0303/Bengkalis, Letkol Endik Yunia Hermanto menyatakan, pembangunan infrastruktur dan geliat pemberdayaan terus digesa untuk mengentaskan ketertinggalan suatu daerah.

"Ini untuk pembangunan, dengan bersinergi kita capai kemajuan," kata Letkol Endik.

Di hadapan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, Endik optimis program ini bakal membawa manfaat yang luas bagi masyarakat daerah.

Dikunjungi tim pengawasan dan evaluasi dari Mabes TNI AD yang dipimpin Brigjen TNI Junaedi, Endik menyebut bahwa progres terus berjalan menuju 100 persen. Per tanggal 31 Mei 2022, pembangunan di desa tersebut terus dikebut.

"Kini sudah 80 menuju 85 persen," tuturnya.

Endik percaya, kerja keras Letda Himawan dan kawan-kawan akan selesai tepat waktu. Ini untuk membantu masyarakat kembali mendapatkan haknya, mendorong anak-anak setempat dalam menggapai asa.

Program TMMD ini, juga merupakan salah satu kado istimewa para abdi negara untuk masyarakat setempat tepat sebelum hari kemerdekaan 17 Agustus 2022 nanti.

Semunai-Sialang Rimbun kampung tua
Semunai-Sialang Rimbun, dua wilayah pelosok negeri di Riau ini menjadi sasaran program pembangunan oleh satuan TNI AD. Tanah leluhur itu dipilih lantaran sangat relevan dan membutuhkan.

Ada sumber menyebut, bahwa Muara Basung dan Semunai sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka.

Hal itu juga diperkuat dengan keterangan pemuka masyarakat setempat, Azril. Ia yang merupakan keturunan asli suku Sakai ini sudah tinggal dan menetap lama di kawasan tersebut.

"Mak dan bapak kami sudah lama di sini, saya lahir di sini juga," ujarnya.

Dulu, kata dia, kawasan ini mayoritas dihuni masyarakat suku Sakai. Lalu memasuki tahun 1980-an, banyak masyarakat luar berdatangan dan bermukim.

"Dulu kami dibuatkan perumahan, namanya proyek Sakai pada tahun 1978 sampai 1980 siapnya, proyek Sakai dulu untuk pembangunan tempat tinggal. Karena Sakai ini terkenal berpindah-pindah, makanya dibuatkan perumahan oleh pemerintah agar menetap," ungkapnya.

Mengutip Jurnal Ilmu Budaya, Suku Sakai dalam Tiga Kekuasaan di Riau (2010), menyebutkan bahwa kampung ini memang awalnya didominasi masyarakat suku Sakai. Pribumi tersebut mendiami kawasan bantaran sungai Mandau yang luas hingga meliputi kawasan pengabdian TNI tersebut.

Sakai sudah ada di tiga zaman kekuasaan, yaitu sejak zaman kerajaan Siak, kolonial Belanda hingga kedudukan Jepang di Indonesia.

Namun lama kelamaan, sumber menyebut, keberadaan suku sakai yang berpindah-pindah alias nomaden semakin memperluas jangkauannya. Semunai-Sialang Rimbun masih tetap dihuni, namun tidak mendominasi.

"Sekitar 20 persen penduduk Sakai masih ada, sisanya pendatang," ujar Azril.

Para perantau pun melihat potensi dan mulai menduduki kawasan tersebut, bahkan hingga membuka lahan perkebunan. Kini, dari data yang dihimpun, penduduk kawasan tersebut didominasi dari Sumatera Utara.

Gerakkan roda ekonomi warga
Pengamat Sosial dan Ekonomi, Mukhlis S.Hi M.Sh mengungkapkan bahwa program pembangunan yang menyasar langsung ke tengah-tengah masyarakat itu sangat didambakan sekali.

Menurut dia, program plus-plus seperti TMMD merupakan implementasi yang tepat untuk diterapkan ke masyarakat.

"Dari segi pembangunan fisik, seperti jalan, jembatan dan infrastruktur masyarakatnya dapat. Kemudian ada program pemberdayaan lagi, ini sangat cocok untuk karakter warga kita," ungkapnya.

Alumnus University Malaya ini berpendapat bahwa program yang digagas TNI AD tersebut dapat menciptakan efek domino.

Misalnya, kata dia, seperti jalan sekolah tadi. Jalanan yang sudah dibangun dan diperbaiki itu akan bermanfaat bagi para siswa, kemudian membawa manfaat juga bagi warga, dan para petani sawit setempat. Singkatnya, dapat menggerakan ekonomi warga.

"Dari sini, roda ekonomi warga akan berputar. Anak-anak bisa pergi sekolah dengan nyaman, warga senang dan petani juga mapan," tuturnya.

Bupati Bengkalis Kasmarni mengatakan, program ini seirama dengan tekad Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membangun daerah.

Menurutnya, dalam konteks kepentingan akselerasi pembangunan, dia juga menilai program TMMD sebagai suatu terobosan yang sangat efektif, efisien dan produktif.

Seirama dengan tekad Pemkab Bengkalis untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan. Yakni dengan mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, menuju Kabupaten Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa).

Kasmarni juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Muara Basung dan Desa Semunai, bahwa TMMD tidak semata-mata menjadi tanggung jawab para prajurit TNI, juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Untuk itu, mari berikan dukungan dengan cara melibatkan diri membantu prajurit TNI, tanpa diminta dalam setiap kegiatan. Masyarakat harus bahu-membahu membantu TNI demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Kembali kita angkat dan lestarikan semangat gotong royong masyarakat pedesaan melalui kegiatan TMMD ini," harapnya.

Kasmarni juga menegaskan, kepada semuanya bahwa TMMD merupakan pengabdian secara terintegrasi dalam mewujudkan pembangunan di wilayah demi kesejahteraan masyarakat.

Dari implementasi pembangunan ini, kini masyarakat terutama anak-anak sekolah yang dulunya diterjang lumpur kini sudah bisa senyum lebar. Roda ekonomi berputar, dan aktivitas masyarakat lancar.

Kontributor : Panji Ahmad Syuhada

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini