facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Teror Harimau Bikin Panik, Warga Bengkalis Sewa Pengawalan saat Panen Sawit

Eko Faizin Selasa, 26 April 2022 | 09:29 WIB

Teror Harimau Bikin Panik, Warga Bengkalis Sewa Pengawalan saat Panen Sawit
Tangkapan layar video harimau sumatera datangi rumah warga Siak. [Ist]

Namun, belakangan satu unit alat perangkap harimau yang telah dipasang sebelumnya di dua titik di lokasi itu dipindah.

SuaraRiau.id - Masyarakat Desa Tasik Tebing Serai, Talang Muandau, Bengkalis dibuat resah dengan kemunculan harimau yang belakangan kerap terjadi di daerah mereka.

Beberapa waktu lalu diketahui, seekor harimau sumatera menghampiri rumah warga. Rekamannya viral di media sosial.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau pun kemudian memasang perangkap harimau untuk evakuasi.

Namun, belakangan satu unit alat perangkap harimau yang telah dipasang sebelumnya di dua titik di lokasi itu dipindah. Hal itu membuat warga bertambah panik.

"Seharunya pihak BKSDA Riau menambahkan perangkap lagi, bukan malah mencabut perangkap yang sudah terpasang untuk dipindahkan ketempat lain," kata Kepala Desa Tasik Tebing Serai, Junaidi Sinaga dihubungi Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (25/4/2022).

Junaidi Sinaga menambahkan, sejak kemunculan harimau ini, warga setempat telah membatasi aktivitas di luar. Bahkan untuk memanen buah sawit, mereka terpaksa harus membayar jasa pengawalan.

"Kekhawatiran itupun tidak semerta membuat warga tidak harus bekerja seperti biasanya. Bahkan, ada warga kita yang mayoritas petani sawit harus membayar jasa pengawalan saat mendodos (panen) sawit di kebun mereka," jelasnya.

Junaidi menjelaskan bahwa kondisi ini juga telah membuat warga mengurangi aktifitas di luar rumah pada malam harinya.

"Kita minta keseriusan pihak BBKSDA Riau dalam menangani permasalahan ini. Bila perlu menambahkan pemasangan perangkap agar harimau segera dievakuasi. Artinya, segera mengantisifasi adanya konflik antara manusia dengan hewan buas itu," terang dia.

Harimau yang telah memangsa hewan ternak warga, keberadaanya belum diketahui hingga saat ini masih berkeliaran dan belum juga dievakuasi.

Komentar

Berita Terkait