Maura Magnalia Sempat Ngobrol dengan sang Ayah sebelum Ditemukan Terkapar di Meja Makan

Nurul Arifin dan Mayong menjelaskan kronologi meninggalnya sang putri sulung, Maura Magnalia.

Eko Faizin
Selasa, 25 Januari 2022 | 16:53 WIB
Maura Magnalia Sempat Ngobrol dengan sang Ayah sebelum Ditemukan Terkapar di Meja Makan
Maura Magnalia. [Instagram/evilheat]

"Ke saya dia dekat sekali cerita banyak hal tentang kekhawatiran dia, tapi tidak terlalu mendalam. Dengan adiknya juga sangat dekat karena mereka hanya berdua kan," ujar Mayong.

Diketahui, Maura lahir pada 20 September 1994 dan dinyatakan dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung, dan disemayamkan hari ini di rumah duka di Depok, Jawa Barat.

Kabar meninggalnya Maura pertama kali diketahui melalui pesan singkat yang diterima wartawan. Nurul Arifin juga membagikan kabar duka tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Misa requirem akan diselenggarakan malam ini sementara pemakaman akan dilaksanakan besok di San Diego Memorial.

Bercita-cita merilis buku
Maura Magnalia Madyaratri sempat mengutarakan cita-citanya untuk merilis buku.

Nurul Arifin menjelaskan bahwa buku yang disiapkan putri sulungnya itu berisi tentang penggambaran diri Maura. Menurut Nurul, Maura merupakan sosok yang antimainstream.

"Dia selalu bicara apa yang dikerjakan. Belum dapat penerbit karena bukunya kontroversial," kata Nurul.

"Dia kan anaknya nyetrik, semalam saja dengerin lagu metal yang ibu belum pernah denger sebelumnya. Menurut dia itu sosial demokrat," sambungnya.

"Dia kan belajar S2 di Sydney University tentang social culture, kebudayaan masa kini yang nerobos segala macam. Dia berminat dengan hal seperti itu," tambah Mayong.

Sementara itu, Lucky yang merupakan salah satu sahabat Maura menambahkan, Maura menuangkan seluruh pengalaman hidupnya dengan jujur di buku tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini