Syaiful juga mengimbau orangtua agar mempersiapkan anak sebelum divaksin dengan cara menjaga fisik anak melalui pemberian asupan gizi dan menjelaskan tujuan dari vaksin tersebut agar tidak khawatir.
Data vaksinasi Dumai, vaksin dosis pertama mencapai 211.898 sasaran atau 89,72 persen, vaksin dosis kedua sebanyak 148.552 sasaran atau 62,68 persen dan lansia 10.446 atau 64,3 persen, serta anak 3.458 sasaran atau 9,8 persen (data per Minggu, 23 Januari 2022).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dumai Yusmanidar mengatakan bahwa anak tidak divaksin tetap bisa belajar secara daring di rumah. Saat ini pihaknya tengah menyusun jadwal pelaksanaan vaksinasi, dan apabila ada efek akibat vaksinasi menjadi tanggung jawab negara.
Yusmanidar mengaku belum dapat menyimpulkan antusias orangtua terhadap vaksinasi anak, karena masih pendataan di sekolah melalui selebaran.
Nantinya dijadwalkan kunjungan tim medis ke sekolah-sekolah dan diharapkan orangtua ikut hadir mendampingi anak saat divaksin.
"Kita masih mengumpulkan persetujuan orangtua anak, dan bagi yang memenuhi syarat, tapi tidak mau divaksin masih bisa belajar dari rumah. Para guru sudah diingatkan untuk lebih humanis kepada anak saat divaksin," kata Yusmanidar. (Antara)