Kejagung Gandeng BPKP Audit Kasus Dugaan Korupsi Garuda Indonesia

Pertemuan dan koordinasi Kejagung dengan BPKP dalam rangka audit investigasi keuangan tersebut dijadwalkan Selasa (18/1/2022).

Eko Faizin
Selasa, 18 Januari 2022 | 16:39 WIB
Kejagung Gandeng BPKP Audit Kasus Dugaan Korupsi Garuda Indonesia
Ilustrasi Garuda Indonesia. [Ist]

SuaraRiau.id - Kasus dugaan korupsi di tubuh PT Garuda Indonesia (Persero) tengah menjadi perhatian Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Pihak Kejagung kini berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna mematangkan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejagung Supardi menyebutkan, koordinasi dengan BPKP untuk audit investigasi kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam penyewaan pesawat ATR 72-600.

“Dalam rangka mematangkan itu. Kerugiannya berapa kira-kira, asumsinya ada kerugian apa enggak, kita memastikan itu. Kemudian untuk sewa atau beli pesawat apa saja, jadi seperti itu. Mematangkan nanti dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara,” kata Supardi dikutip dari Antara, Selasa (18/1/2022).

Ia menyampaikan bahwa pertemuan dan koordinasi Kejagung dengan BPKP dalam rangka audit investigasi keuangan tersebut dijadwalkan Selasa (18/1/2022).

Koordinasi tersebut, kata Supardi, masih dalam tahap penyelidikan. Setelah koordinasi itu, penyidik Gedung Bundar akan melakukan ekspose kasus, apakah perkara tersebut bisa naik ke penyidikan atau tidak.

“Belum (penyidikan), tapi kan ini dalam rangka penyidikan. Inikan penyelidikan, sebisa mungkin nanti ke penyidikan, kalau bisa,” ujar Supardi.

Supardi menyebutkan, pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan BPKP. Karena hasil audit BPKP yang diserahkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Selasa (11/1/2022).

Menurut Supardi, data yang diberikan Menteri BUMN Erick Thohir tersebut baru hasil audit untuk satu pengadaan.

“Kurang, itukan hanya satu pengadaan saja,” kata Supardi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini