facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dituduh Lecehkan Mahasiswi, Dekan FISIP Unri Bakal Tuntut Rp 10 Miliar

Eko Faizin Minggu, 07 November 2021 | 08:44 WIB

Dituduh Lecehkan Mahasiswi, Dekan FISIP Unri Bakal Tuntut Rp 10 Miliar
Dekan Universitas Riau (Unri), Syafri Harto didampingi istri membantah tudingan mahasiswi FISIP Unri soal pelecehan seksual yang ditudingkan terhadap dirinya. [Defri Candra/Riauonline]

Dirinya merasa dirugikan atas viralnya video pengakuan mahasiswi tersebut di media sosial.

SuaraRiau.id - Kasus dugaan pelecehan seksual di kampus ternama Riau belakangan menjadi sorotan publik. Hal itu berawal dari video pengakuan mahasiswi yang menyebut dilecehkan oknum dosen usai bimbingan skripsi.

Dosen yang juga merupakan Dekan FISIP Universitas Riau (Unri), Syafri Harto membantah tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.

Ia menuntut balik mahasiswi dan akun instagram @komahi_ur. Menurutnya, video viral tersebut bagaikan menerima tamparan keras dan mencoreng nama baiknya.

“Karena saya tidak berbuat, saya tidak pernah diklarifikasi dan saya sudah memberikan kesempatan pada kajur dan sekjur untuk mengklarifikasi bersama yang bersangkutan dengan keluarga, nama saya tercemar. Secara hukum saya akan tuntut balik,” terang Syafri dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Jumat (5/11/2021).

Dekan FISIP tersebut mengaku akan mencari aktor intelektual di balik kasus ini.

“Karena kasus ini dikait-kaitkan dengan pemilihan rektor, sedangkan pemilihan rektor masih lama tahun 2022. Maka saya akan cari aktor intelektual ini sampai ke lobang semut,” ujar Syafri.

Dirinya merasa dirugikan atas viralnya video pengakuan mahasiswi tersebut di media sosial.

“Demi allah, demi rasulullah saya berani bersumpah muhabalah saya tidak melakukan itu,” tuturnya.

Ia mengatakan, akan menuntut admin instagram Komahi Unri dan mahasiswi tersebut sebesar Rp 10 miliar.

“Kepada admin dan kepada dia, Rp 10 miliar karena saya sangat dirugikan,” ungkap Syafri Harto.

Sementara itu, mahasiswi yang diduga korban pelecehan seksual dilakukan oleh dosen didampingi keluarganya mendatangi Mapolresta Pekanbaru untuk melaporkan apa dialaminya.

Korban terlihat menundukkan kepala saat hendak memasuki ruangan untuk melaporkan apa dialaminya.

"Saya mohon jangan ambil wajah adik kami ya, mohon," pinta pihak keluarga.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang mahasiswi Unri yang mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual oleh dosen pembimbing skripsi.

Dalam video yang dibagikan akun Instagram @komahi_ur itu, mahasiswi mengaku berkuliah di sebuah jurusan kampus terkenal itu.

Ia kemudian menjelaskan tentang kronologi peristiwa yang tak mengenakkan tersebut. Korban menyebut peristiwa itu terjadi pada 27 Oktober 2021 pukul 12.30 WIB

Kala itu, mahasiswi angkatan 2018 itu menemui dosen yang juga merupakan dekan fakultas untuk melakukan bimbingan proposal skripsi.

Mahasiswi itu mengaku bahwa dalam ruangan dekan hanya ada dia dan sang dosen pembimbing.

Dalam pertemuan itu, sang dosen berinisial SH itu mengawali pertanyaan kepada mahasiswi tentang kehidupan pribadi.

Dalam percakapan selama bimbingan, mahasiswi itu mengaku tak nyaman lantaran kerap menyebut kata-kata yang tak biasa.

Meski demikian, akhirnya proses bimbingan skripsi berjalan dengan lancar. Namun hal tak terduga terjadi lagi saat ia berpamitan dengan sang dosen.

Mahasiswi tersebut mengaku mendapatkan perlakuan tak senonoh dari dosen pembimbing skripsinya. Gara-gara itu, ia segera keluar ruangan.

Mahasiswi yang mengaku ketakutan tersebut lalu meninggalkan ruangan bimbingan itu dengan segera. Ia mengaku trauma dengan perlakukan tersebut.

Komentar

Berita Terkait