alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ramai Polemik PDIP soal Banteng vs Celeng, Begini Tanggapan Gibran

Eko Faizin Jum'at, 15 Oktober 2021 | 18:41 WIB

Ramai Polemik PDIP soal Banteng vs Celeng, Begini Tanggapan Gibran
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat di dalam mobil dinasnya yang berisi tumpukan beras. [Suara.com/Ari Welianto]

Gibran ikut mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya bertemu Ganjar karena kebetulan sedang menghadiri acara yang digelar oleh perkumpulan dokter.

SuaraRiau.id - Polemik internal terjadi di tubuh PDI Perjuangan terkait isu calon presiden (capres) yang sedianya terlaksana pada tahun 2024.

Namun, saat disinggung terkait hal tersebut, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka enggan menanggapi.

Mengenai pertemuannya dengan Gubernur Ganjar Pranowo di Semarang, Gibran mengatakan pertemuan tersebut tidak membahas mengenai politik.

"Hanya makan siang, terus pulang," ujar dia dikutip dari Antara, Jumat (15/10/2021).

Mengenai agenda selanjutnya terkait pertemuan tersebut, pihaknya akan menunggu Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

"Biar yang ngatur pak Ketua Apeksi saja, saya menunggu perintah," katanya.

Disinggung mengenai polemik banteng vs celeng yang dilontarkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto, ia tidak ingin menanggapi.

"Saya nggak ikut-ikutan masalah kayak gitu. (Kemarin) membahas hal-hal produktif saja," katanya.

Sementara itu, mengenai kunjungannya ke Semarang, Gibran ikut mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya bertemu Ganjar karena kebetulan sedang menghadiri acara yang digelar oleh perkumpulan dokter.

Sedangkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi justru berhalangan dan tidak bisa mendampingi Bima Arya karena sedang berada di Yogyakarta.

Sebelumnya, istilah banteng versus celeng mencuat setelah deklarasi dukungan kelompok relawan Seknas Ganjar Indonesia (SGI) kepada Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

Terkait hal itu, saat kunjungannya ke Kabupaten Sukoharjo beberapa waktu lalu, Bambang Wuryanto menyebut kader yang ikut pada deklarasi pencapresan tersebut ibarat banteng yang keluar barisan sehingga bisa disebut celeng atau babi hutan. (Antara)

Komentar

Berita Terkait