“Ah tak perlu saya sebut lah, ramai nanti. Tapi yang jelas saya sudah ditawarin di sebuah BUMN. Ya entahlah mau komisaris mau staf khusus atau apa, tapi di sini ada buktinya,” ujar Ferdinand.
“Alasan (menolak) gegara BUMN-nya kecil?” cecar Akbar.
“Oh bukan BUMN-nya. Bahkan dikontrak saja gajinya sudah disebutkan. Ya, kalau mau lihat gajinya, dua bulan bisa lah beli satu buah mobil. Kira-kira begitu,” ujar Ferdinand.
Ia mengaku tawaran tersebut datang berulang-ulang. Bahkan terbaru, tawaran itu datang sepekan lalu.
Namun, Ferdinand mengaku memilih untuk tidak mengambil tawaran tersebut karena merasa lebih senang untuk merasa bebas.
“Saya harus memilih menjadi orang merdeka. Saya harus bebas menyampaikan sesuatu untuk bangsa ini. Karena apa? Kalau saya sudah berada di sana, saya terikat, saya terkungkung, saya tak bisa apa apa lagi,” tegas Ferdinand.