facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisruh Uang Saku Atlet Muaythai PON Papua, Ini Kata KONI-Pengkab Bengkalis

Eko Faizin Rabu, 06 Oktober 2021 | 20:59 WIB

Kisruh Uang Saku Atlet Muaythai PON Papua, Ini Kata KONI-Pengkab Bengkalis
Tim offisial dan atlet Provinsi Riau berfoto sebelum laga di babak semifinal, Jayapura.[ANTARA]

Selama di PON Papua, para atlet tersebut menggunakan dana swadaya dari pengurus untuk kebutuhannya.

SuaraRiau.id - Tiga orang atlet dan satu pelatih dari cabang olahraga (cabor) Muaythai Bengkalis yang berangkat ke PON Papua mengaku hingga kini belum mendapatkan uang saku yang mestinya dialokasikan bagi mereka.

Besaran uang saku yang harusnya dialokasikan tersebut sebesar Rp 5 juta per orang. Ketiga atlet muaythai yang berangkat tersebut yaitu Oqta Mesi Simorangkir, Wahib dan Zurian Maulana. Sementara seorang pelatih yang berangkat ke Papua bernama Honasan Harahap.

Meski demikian, atlet yang berangkat tersebut terbukti mampu menorehkan capaian prestisius pada gelaran event empat tahunan tersebut.

Di kelas 43 kg putri, Oqta Mesi membuktikan kepiawaiannya berlaga dengan meraih medali perak setelah melawan atlet muaythai Jawa Barat Nur Sa'adah yang meraih emas. Sementara atlet Zurian Maulana meraih medali perunggu dari kelas 48 kg putra.

Ketua Pengkab Muaythai Bengkalis, Ade Janu Harjayanto mengatakan, bahwa selama di PON Papua, para atlet tersebut menggunakan dana swadaya dari pengurus untuk kebutuhannya.

"Sebelum berangkat ke PON Papua, memang ada undangan pemberian simbolis uang saku oleh bupati di Pekanbaru. Tapi pada saat itu kami sedang pemusatan latihan di Bengkalis, jadi tak bisa hadir," katanya kepada SuaraRiau.id, Rabu (6/9/2021) malam.

Lantas mengenai itu, Ade Janu yang akrab disapa Coach Rambo ini mengaku terus berkomunikasi dengan KONI Bengkalis sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mengurusi olahraga.

"Nomor rekening atlet sudah diminta, katanya akan dikirim. Lalu saya komunikasi langsung ke Waket III KONI Bengkalis Hengky, uang saku atlet kok belum dikirim saya bilang. Mereka lalu bilang terkendala SPJ muaythai tentang masalah Baori untuk dimasukan ke KONI," ungkapnya.

Rambo mengakui bahwa masalah SPJ tentang sengketa atlet di Badan Arbitrase Olahraga RI (Baori) memang belum selesai, sebab hingga kini persoalan itu belum tuntas. Hal itu lantaran mereka belum juga sidang lantaran masalah pandemi covid-19.

"Kami belum juga sidang, karena kondisi pandemi, kondisi alam, sampai dengan 25 September persiapan ke Papua," tuturnya.

Komentar

Berita Terkait