alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sindir Anies, Giring Disentil Jubir PAN: Mau Nyapres kok Provokatif Amat

Eko Faizin Rabu, 22 September 2021 | 13:15 WIB

Sindir Anies, Giring Disentil Jubir PAN: Mau Nyapres kok Provokatif Amat
Giring Ganesha atau dikenal dengan Giring Nidji di kawasan Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Valeryan mengungkapkan bahwa komentar Giring terhadap Anies tersebut sama sekali tak bermutu.

SuaraRiau.id - Ketua Umum PSI, Giring Ganesha baru-baru ini menjadi sorotan usai menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pejabat yang gemar berbohong.

Tak hanya itu, Giring juga seakan menyerukan kepada rakyat agar tak memilih Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.

Pernyataan Giring tersebut kemudian mendapat tanggapan pro dan kontra dari sejumlah pihak, termasuk Juru Bicara Partai Amanat Nasional (PAN), Valeryan Bramasta.

Valeryan mengungkapkan bahwa komentar Giring terhadap Anies tersebut sama sekali tak bermutu. Sebab, mantan musisi nasional tersebut saat ini menjabat sebagai ketua partai politik.

Sehingga, menurut Valeryan, sebelum menyampaikan pernyataan, sebaiknya lebih dulu dipikirkan. Lebih lagi, Giring berniat ikut Pilpres 2024 mendatang.

“Katanya mau jadi capres, tapi kok komentarnya tidak bermutu banget? Mau maju Capres kok bahasanya provokatif amat. Aneh bin lucu aja. Mau maju jadi bakal capres tapi menolak figur lain yang mau maju jadi bakal capres,” ujar Valeryan dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (22/9/2021).

Jubir PAN itu menilai, Giring sebagai tokoh muda dan pemimpin partai seharusnya bisa memberi edukasi kepada kader dan simpatisan dengan narasi yang baik. Bukan sekadar mencari sensasi semata.

“Sebagai Plt Ketua Umum partai politik, semestinya Giring memiliki kapasitas yang cukup. Sayang dengan jabatan tersebut,” ujar Valeryan.

Lebih jauh, ia juga mengingatkan ke semua pihak agar mengedepankan adu gagasan dan mengesampingkan narasi yang berujung pada labelling atau nyinyir semata. Hal tersebut tentu berdampak baik untuk kemajuan demokrasi di Indonesia.

“Mulailah berbicara soal rakyat, bangsa, tantangan globalisasi melalui adu ide dan gagasan sehingga rakyat memiliki harapan terhadap masa depannya,” tutur Valeryan.

Komentar

Berita Terkait