Pelaku diketahui berinisal D alias H, pihak kepolisian mengaku juga sudah menghubungi pihak keluarga.
“Kami sudah melakukan tes urin dan hasilnya negatif (narkoba),” ucapnya.
Proses hukum terhadap D masih terus didalami. Reza mengaku kesulitan mendapatkan informasi dari pelaku, pasalnya jawabannya selalu berbeda-beda.
“Saat kami tanyai, pokoknya berbeda dari data asli sama yang dia omongin,” ujar Kasatreskrim Reza.
Saat Ustaz Chaniago berceramah di hadapan jamaah yang kebanyakan ibu-ibu, tiba-tiba seseorang mendekat dan menyerangnya. Hal itu membuatnya terkejut.
“Awalnya saya terkejut melihat dia (pelaku) berlari ke arah saya. Seketika dia langsung melayangkan tinju saat saya sedang berceramah," ujarnya, dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (21/9/2021).
Sementara itu, Ustaz Chaniago mengaku hanya mengalami lebam di bagian pipi sebelah kiri. Ia bahkan tidak mengenal pelaku yang menyerang dirinya itu.
"Saya juga gak kenal, dan gak tahu motif yang bersangkutan. Tiba-tiba masuk dan langsung menuju ke arah saya," terang sang ustaz.
Kejadian ustaz diserang orang tak dikenal, menurutnya, baru pertama kali dialaminya dan para ulama yang biasa berceramah di Masjid Baitusysyakur.
Kata Ustaz Chaniago, penyerangan tersebut merupakan kejadian pertama kali di masjid-masjid yang ada di Batam.