alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Afrika Selatan dan Portugal Jadi Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Eko Faizin Rabu, 08 September 2021 | 19:31 WIB

Warga Afrika Selatan dan Portugal Jadi Korban Kebakaran Lapas Tangerang
Sebanyak 41 napi tewas akibat kebakaran Lapas Tangerang pada Rabu Rabu (8/9/2021) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Menurutnya, 40 korban lainnya belum diketahui karena mengalami luka yang parah sampai 65 hingga 90 persen.

SuaraRiau.id - Sebanyak 41 narapidana tewas terpanggang akibat kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Tangerang, Banten tersebut pada Rabu (8/9/2021).

Dua di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Afrika Selatan dan Portugal.

"Dua di antara korban meninggal dunia merupakan Warga Negara Asing dari Afrika Selatan dan Portugal," jelas Menkumham Yasonna Laoly kepada Antara, Rabu (8/9/2021).

Selain WNA, Yasonna merinci, satu orang korban merupakan kasus tindak pidana terorisme, tindak pidana pembunuhan satu orang dan lainnya narapidana kasus narkotika.

Kebakaran tersebut diduga akibat arus pendek atau korsleting listrik.

Dari informasi yang didapat, peristiwa kebakaran Lapas Tangerang terjadi pukul 01.45 WIB. Api baru berhasil dipadamkan petugas sekitar pukul 03.15 WIB.

Diketahui blok Chandiri Nengga 2 diisi oleh 122 orang warga binaan pemasyarakatan.

Kepala Bagian Humas Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman mengatakan khusus pihak keluarga warga binaan pemasyarakatan di Lapas Klas I Tangerang dapat mencari informasi atau menghubungi crisis centre di nomor 081213726370

"Ini hanya untuk melayani pihak keluarga," ujar Tubagus.

Jenazah napi sulit dikenali
Sementara itu, proses identifikasi terhadap 41 jenazah napi yang menjadi korban kebakaran Lapas Tangerang masih terus dilakukan.

Dari puluhan korban tewas, baru satu jenazah napi berinisial AD yang berhasil didentifikasi.

Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani mengungkapkan bahwa jika pihaknya masih kesulitan untuk mengidentifikasi korban karena rata-rata sudah tidak lagi bisa dikenali.

Menurutnya, 40 korban lainnya belum diketahui karena mengalami luka yang parah sampai 65 hingga 90 persen.

"Sisanya sangat sulit dikenali karena kondisinya parah," katanya, di Tangerang, Banten, Rabu.

Hilwani mengatakan, jika korban AD yang berhasil identifikasi mengalami luka bakar hingga 65 persen.

Agar korban segera dapat teridentifikasi, kata dia, mereka menyerahkan pemeriksaan lebih lanjut tersebut ke polisi sehingga jenazah-jenazah itu langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Sekarang semua jenazah sudah di bawa ke RS Polri Jakarta," ujarnya.

Selain 41 orang tewas, delapan orang diketahui luka berat dan 73 orang luka ringan. Saat ini delapan narapidana dirawat secara insentif di RSUD Kabupaten Tangerang, sementara 73 orang luka ringan dirawat di Poliklinik LP Tangerang.

Kemudian, untuk identitas ke 8 diketahui berinisial, H (42) dengan luka bakar 62 persen dan trauma saluran pernafasan, NA (34) luka bakar 13,5 no persen, M (44) luka bakar 44 persen, T (45) luka bakar 81 persen, TY (41) luka bakar 50 persen dan mengalami suspek trauma ishalasi atau saluran pernafasan, IS (27) luka bakar 98 persen, HN (29) luka bakar 98 persen dan H (50) dengan luka bakar berat. (Antara)

Komentar

Berita Terkait