alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sapi Kurban Kabur di Kepri Belum Ditemukan, Harganya Ternyata Rp 20 Juta

Eko Faizin Rabu, 21 Juli 2021 | 17:21 WIB

Sapi Kurban Kabur di Kepri Belum Ditemukan, Harganya Ternyata Rp 20 Juta
Ilustrasi sapi kurban kabur. [Tangkapan Layar Instagram]

Apakah masih bersembunyi di dalam hutan atau pergi ke kawasan lain.

SuaraRiau.id - Seekor sapi kurban kabur di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini belum ditemukan. Hewan tersebut sebelumnya hendak disembelih panitia kurban Masjid Ikhwanul Mu'minin, Jalan Musi, Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur.

Sapi kurban kabur merupakan milik salah satu keluarga bernama Muklis. Panitia kurban Masjid Ikhwanul Mu'minin, Ngadiman mengatakan, sapi yang kabur saat disembelih itu adalah jenis Sapi Bali.

"Sapi itu dikurbankan oleh Pak Muklis beserta anak-anaknya untuk disembelih pada Lebaran Kurban semalam. Tapi sapi itu berhasil kabur," ujar Ngadiman dilansir dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (21/7/2021).

Tahun ini, masjid tersebut sebenarnya menyembelih 5 ekor hewan kurban. Di antaranya 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

Pada penyembelihan, awalnya pelaksanaan tidak menemukan kesulitan apapun. Satu persatu hewan kurban mendapat giliran disembelih.

Namun ketika giliran Sapi Bali yang dikurbankan keluarga Muklis hendak disembelih malah berontak. Lalu ikatan talinya lepas sehingga sapi tersebut kabur dari lokasi penyembelihan.

"Jadi pukul 09.00 WIB, sapi itu kabur lalu kami ikuti sapi itu pergi. Namun saat disergap sapi itu lari ke belakang gudang besi tua lalu kabur masuk ke hutan yang berada di Samping Perumahan AL-Azhar Km 18," jelasnya.

Ngadiman yang juga menjabat Ketua RT 01/RW 05 ini mengaku sudah melaporkan kasus sapi kabur ini ke pihak kepolisian. Dia berharap polisi sudi membantu melakukan pencarian bersama warga setempat.

Hingga kini belum diketahui keberadaan sapi tersebut. Apakah masih bersembunyi di dalam hutan atau pergi ke kawasan lain.

"Jika sapi itu keluar dari hutan maka akan tiba di Jalur Lintas Timur atau Jalan Raya Km 18. Kalau tidak masuk ke perkampungan orang. Semoga segera ketemulah dan bisa langsung dikurbankan kembali," ucapnya.

Komentar

Berita Terkait