Sementara pada 27 April 2020 lalu, nelayan asal Selatpanjang bernama Sapri diserang dan dimangsa buaya. Korban berada di dalam perut buaya. Buaya akhirnya dibedah untuk mengeluarkan jasad korban.
Dan ada juga warga Teluk Lanus bernama Aris pada 2016 lalu,dimangsa buaya. Aris harus kehilangan sebelah kakinya. Namun, kini meksi kehilangan kaki, dia bisa hidup mandiri dalam menjalani hari-harinya.
“Saat ini kami sudah terbiasa berdampingan hidup dengan buaya. Bahkan tidak jarang anak buaya bermain di sawah. Petani biasanya mengusir atau menghindar,” ungkap Adi.
Untuk siapapun yang baru datang ke Teluk Lanus, pihak desa atau warga akan mengingatkan untuk tidak mandi atau bermain di Sungai Lakar yang jaraknya sekitar 500 meter sampai 1 kilometer dari pusat kampung. Sebab kapan saja buaya bisa muncul. Bahkan untuk keamanan dipasang plang di dekat irigasi.
Kontributor : Alfat Handri