alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Teror Harimau di Teluk Lanus Siak Berlanjut, Ternak Warga Kembali Jadi Korban

Eko Faizin Jum'at, 16 Juli 2021 | 17:35 WIB

Teror Harimau di Teluk Lanus Siak Berlanjut, Ternak Warga Kembali Jadi Korban
Kambing milik warga Teluk Lanus Siak kembali diterkam harimau. [Ist[

Sebulan terakhir, warga desa tersebut dihantui rasa ketakutan atas kehadiran harimau sumatera yang kerap menyatroni kampung itu.

“Kami sangat berharap ada solusi dari situasi ini. Kami tidak ingin sampai ada korban dan terjadi konflik antara kami dengan harimau,” kata Kenang.

Karena warga bisa saja khilaf menjerat dan menghabisi harimau itu. Tapi semua tentu tahu bahwa harimau itu merupakan hewan yang dilindungi. Tentunya ini menjadi dilema bagi warga Teluk Lanus.

Meski hingga saat ini tidak ada korban jiwa, tapi apa saja bisa terjadi jika tidak segera dicarikan solusinya. Perlu perhatian semua pihak, termasuk instansi terkait dan pemangku kepentingan.

Menurut Kenang, dari kasus warga Serapung, Desa Teluk Meranti, Pelalawan yang diserang harimau di Tasik (Danau) Belat, beberapa hari lalu kemungkinan besar harimau yang berbeda, sebab jarak Tasik Belat ke kampung mereka sekitar 5,3 kilometer.

Kenang adalah warga asli Teluk Lanus. Setelah Teluk Lanus dibuka menjadi permukiman transmigran, menjadi ramai.

Menurutnya, sesuai data di kantor desa, ada 520 kepala keluarga di kampung kelahirannya itu. Sehari hari warga berkebun, bertani dan nelayan serta mencari kayu di hutan.

Seingat dia, dari kecil sampai menjadi Kaur Pemerintahan seperti saat ini, tidak pernah harimau sampai masuk kampung. Makanya saat ini dia benar benar berharap situasi seperti ini segera berakhir.

Habitat buaya
Kerani atau Sekretaris Kampung Teluk Lanus, Sutriyadi mengungkapkan beberapa waktu lalu pengalamannya ketika masih mencari kayu untuk membuat rumah.

Setiap dia membawa kayu, selalu saja bertemu dengan buaya, tapi buaya buaya itu tidak mengganggu.

“Malah tak jarang, saya berada di atas kayu, buaya berada di sekitar saya,” ungkap Sutriadi.

Komentar

Berita Terkait