“Kartu kredit urusan internal, tidak perlu disampaikan ke publik,” ujar Faisal.
“Yang kita tunggu dari aksi-aksi Pertamina bukan urusan kartu kredit, tapi kita menunggu aksi-aksi korporasi berskala global yang bisa membawa Pertamina bersaing dengan perusahaan-perusahaan migas kelas dunia,” lanjutnya.
Tak hanya Faisal, warganet pada situs Twitter juga memberikan kritikan terhadap dipublikasikannya hal tersebut.
“Biasa pencitraan bro,” tulis salah seorang warganet.
“Pamer kok hapus kartu kredit! Pamer itu kapan pertamina nggak berpelat merah lagi? Kasih contoh yang cerdas gitu loh sama rakyatnya,” timpal warganet lainnya.