Kisah Mualaf Dokter Carissa, Dapat Hidayah lewat Pandemi Corona

Kata Dokter Carissa, saat awal pandemi Corona digalakkan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan disertai tak boleh bersalaman.

Eko Faizin
Kamis, 22 April 2021 | 11:52 WIB
Kisah Mualaf Dokter Carissa, Dapat Hidayah lewat Pandemi Corona
Dokter Carissa Grani. [Youtube/Rasil TV]

Ia pun bertanya-tanya ada doa yang diucapkan muslim dalam ibadahnya tapi dilakukan berulang-ulang, misalnya kenapa harus 100 kali dan sebagainya. Ternyata dipikir-pikir, gerakan alam atau bumi juga ada hitungannya. Carissa kembali bertanya penasaran.

Selain itu, Carissa juga pertanyakan salat sujudnya di lantai, padahal lantai kotor. Namun setelah ia cermati mendalam, ternyata salat di lantai itu maknanya manusia di hadapan Allah itu status derajatnya sama, mau kaya mau miskin.

Dalam kondisi mulai terpesona dengan Islam itu, membuat hati Carissa jadi bimbang. Dia akhirnya nggak beribadah Kristen lantaran kegalauan tersebut.

“Saya mulai galau, ibarat di persimbangan jalan. Saya lakukan (ibadah agama) yang lama, kok kosong rag-ragu. Saya nganterin anak ibadah dewasa, pulang-pulang kayak nggak seperti biasa. Akhirnya saya nggak ibadah selama dua pekan, itu awal Maret. Dan mau beribadah dengan cara Islam kan belum bisa,” jelasnya.

Pencarian soal Islam pun berlanjut. Ia pun mencari tahu lewat teman kantor yang muslim. Namun temannya ketika itu merekomendasikan Carissa untuk untuk mendalami Islam ke Mualaf Center Indonesia (MCI).

“Qadarullah (takdir Allah) pada 15 Maret 2020, jam 09.00 kurang dikit, itu hari pertama lockdown saya datang (MCI). Di sana dijelaskan soal tauhid tanpa menjelakkan agama saya sebelumnya. Dan saat dijelaskan itu, tak terasa air mata saya mengalir,” kata Carissa.

Menjelang siang waktu dhuhur kala itu, pendakwah di MCI kemudian mengatakan untuk masuk Islam syaratnya syahadat. Terus Carissa bertanya isi syahadat itu apa.

Dengan pertolongan Allah, Carissa saat itu juga langsung mau bersyahadat tanpa mikir-mikir panjang ini itu.

“Ambilkan gamis, pas azan Dhuhur saya syahadat,” ujarnya.

Setelah syahadat, semangat Carissa untuk beribadah Islam semakin kuat. Namun dia menyembunyikan bahwa telah mualaf dari suami dan keluarganya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini