"Ambulans lain juga akan masuk ke rumah sakit, maka ambulans PMI saya parkirkan di pinggir jalan yang tak jauh dari rumah sakit," katanya.
Hanya saja ketika itu datang seorang laki-laki yang meminta ambulansnya dipindahkan, dengan alasan itu tempatnya biasa berjualan.
"Saya sudah jelaskan kepada orang itu bahwa saya parkir hanya sebentar untuk menunggu brankar, namun ia tetap menyuruh pindah," katanya.
Kendati kesal dengan sikap egois orang tersebut, Rudi Salam tetap memindahkan parkir mobilnya ke Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III yang bersebelahan dengan rumah sakit.
"Ketika memindahkan mobil itu saya agak meninggikan gas mobil karena merasa kesal," katanya.
Namun ternyata orang tersebut merasa tidak terima dengan cara korban meninggikan gas mobil, sehingga ia kembali mendatangi Rudi Salam setelah memarkirkan mobil.
Akhirnya terjadi adu mulut antara korban dengan pelaku sebelum akhirnya dilerai oleh ibu pelaku yang juga berada di lokasi kejadian.
"Setelah dilerai itu maka saya pikir sudah selesai, lalu saya putuskan berjalan ke rumah sakit," jelasnya.
Namun secara tiba-tiba, lanjutnya, pelaku datang dari arah belakang dan langsung memukul rahangnya.
Akibatnya korban sempat "linglung" dan hilang kesadaran, namun pelaku terus menghujaninya dengan pukulan.