alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Curhat Kader Dijanjikan Rp 100 Juta untuk Ikutan KLB Demokrat

Eko Faizin Selasa, 09 Maret 2021 | 09:02 WIB

Curhat Kader Dijanjikan Rp 100 Juta untuk Ikutan KLB Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka rapat pimpinan (Rapim) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Minggu (7/3/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Namun Gerald hingga akhir acara, tak mendapat sejumlah uang yang dijanjikan.

SuaraRiau.id - Polemik di tubuh Partai Demokrat makin memanas. Bahkan sejumlah kader akhirnya buka suara terkait Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara itu.

Baru-baru ini, seorang kader Partai Demokrat, Gerald Piter Runtu Thomas membeberkan soal KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa hari lalu.

Gerald mengaku diiming-imingi uang Rp 100 juta agar ia hadir dalam KLB Demokrat tersebut. Namun Gerald hingga akhir acara, tak mendapat sejumlah uang yang dijanjikan.

Ia hanya menerima uang Rp 5 juta dari pemberi janji dan tambahan Rp 5 juta dari eks bendahara umum Partai Demokrat Nazaruddin.

Testimoninya terkait imbalan uang untuk menghadiri kongres disiarkan lewat tayangan video yang diperlihatkan saat jumpa pers di kantor pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Gerald sempat menyampaikan janji imbalan uang itu ke pimpinan cabang Partai Demokrat di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Pimpinan cabang saat itu melarang Gerald hadir, tetapi ia tetap datang karena terbuai imbalan uang Rp100 juta.

Gerald, saat itu, masih menjabat sebagai wakil ketua dewan pimpinan cabang (DPC) Kotamobagu.

“Oke, saya bilang. Saya ikut karena diiming-imingi uang besar Rp100 juta. Yang pertama, kalau sudah datang di lokasi akan mendapatkan 25 persen dari Rp100 juta, yaitu Rp25 juta. Selesai KLB akan mendapatkan sisanya yaitu Rp75 juta. Tapi nyatanya, kita cuma dapat uang Rp5 juta,” kata Gerald dilansir dari Antara.

Tak hanya itu, dalam kesaksiannya itu, Gerald mengaku ia juga dibujuk oleh seorang bekas pengurus Partai Demokrat untuk memilih Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, sebagai ketua umum dalam kongres luar biasa tersebut.

Gerald menyadari ia tidak punya hak suara dalam kongres, tetapi Vicky Gandey, eks pengurus Demokrat dan orang yang membujuk Gerald, mengatakan:

Komentar

Berita Terkait