alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Veteran Tanjungpinang, Iuran Rp 10 Ribu Biayai Pemakaman Anggota

Eko Faizin Jum'at, 05 Maret 2021 | 12:00 WIB

Kisah Veteran Tanjungpinang, Iuran Rp 10 Ribu Biayai Pemakaman Anggota
Ilustrasi pemakaman. (Shutterstock).

Kini anggota veteran berjumlah 130 orang itu terpaksa iuran Rp 10 ribu per bulan.

SuaraRiau.id - Kisah mengejutkan datang dari para veteran di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Mereka mengeluh karena bantuan dari pemerintah daerah yang biasanya didapat organisasi pensiunan ini tak kunjung mengalir.

Para veteran tersebut mengaku kesulitan. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Tanjungpinang, Darwono berkesah dengan kondisi itu.

"Hanya tahun 2020 sampai saat ini. Sejak wali kota saat ini tak dapat," ujar Darwono dilansir dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, pembiayaan kepentingan organisasi dan mengurusi para anggota veteran yang sudah masuk lanjut usia tak mencukupi. Ia pun merasa veteran seperti dianggap sebelah mata.

Anggaran hibah untuk organisasi veteran dipangkas habis. Bisa jadi hal ini bagian dari rasionalisasi anggaran akibat pandemi.

"Mulai wali kota yang baru, saya November lalu sudah menghadap. Tapi tak ada kejelasan, disuruh menghadap pemerintahan, Kesra, Bansos dan sebagainya, tidak pernah dapat bantuan," bebernya.

Semenjak tak lagi mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, kini anggota veteran berjumlah 130 orang itu terpaksa iuran Rp 10 ribu per bulan.

Darwono menjelaskan, uang iuran anggota itu untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga mengurusi pemakaman bagi anggota yang meninggal dunia.

"Kok sampai hati Wali Kota tidak mendukung kita, bantu untuk pemakaman anggota kita saja tidak bisa. Bahkan kita satu orang mengumpulkan Rp 10 ribu untuk biaya pemakaman," ucap dia.

Dirinya juga membandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Kepri. Seperti di Karimun yang selalu mensejahterakan veteran walaupun dalam kondisi pandemi.

Komentar

Berita Terkait