Siak Diselimuti Kabut Asap Tipis dalam Dua Hari, Alat ISPU Rusak

Disebutkannya, kabut asap itu datang dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit.

Eko Faizin
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:24 WIB
Siak Diselimuti Kabut Asap Tipis dalam Dua Hari, Alat ISPU Rusak
Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. [Suara.com/Alfat Handri]

Dari pantauan SuaraRiau.id beberapa titik yang terlihat jelas kabut tersebut seperti di Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL).

Asisten I Pemkab Siak, Leonardus Budiyuwono mengatakan belum dapat berkomentar lebih jauh terkait hal itu. Selain saat ini Ia berada diluar kota, Budi juga menyebut bahwa dari kemarin Kabupaten Siak tidak ada titik panas.

“Kami fokus terhadap pencegahan karhutla, sehingga situasi benar-benar aman dan kondusif. Mengingat kami sudah menetapkan Siak siaga darurat bencana karhutla,” kata Budhi.

Menurut Budhi, semua pihak memang fokus dalam hal penanganan karhutla, Sebab karhutla merupakan masalah bersama, sehingga harus dicegah dan ditangani secara bersama-sama.

"Satgas Karhutla siaga penuh dalam penanganan karhutla di Kabupaten Siak. Siaga kapan saja dan siap terjun saat diperlukan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Siak Syafrizal menjelaskan pihaknya sedang melakukan pemadaman titik api di wilayah Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, tidak jauh dari lahan konsesi perusahaan.

“Pagi tadi perusahaan itu melakukan waterbombing di wilayah yang terbakar,” jelas Syafrizal.

Waterboombing dilakukan sekaligus membantu Satgas Karhutla terdiri dari BPBD Siak, Manggala Agni Daops Siak, kepolisian dari Polres dan Polsek, Masyarakat Peduli Api, Satpol PP dan warga berjibaku memadamkan kebakaran lahan.

“Alat berat juga sudah diturunkan untuk melokalisir, agar api tidak meluas,” ungkap Syafrizal.

Disingung apakah pagi tadi asap atau embun yang menyelimuti Kota Siak. Syafrizal mengatakan bukan wewenangnya untuk menjawab.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini